Pusat Pemerintahan (Puspem) Badung yang kini berdiri megah sebagai simbol administrasi modern di Kota Mangupura menyimpan kisah historis yang penuh gejolak, diwarnai intrik politik, dan secuil bumbu dari cerita perpindahan darurat yang dramatis. Berikut sejarahnya.
Sejarah Puspem Badung bermula dari keputusan besar pemekaran wilayah pada 1992 yang memisahkan Denpasar dari Kabupaten Badung untuk menjadi Kota Madya Daerah Tingkat II Denpasar (kini Kota Denpasar). Pemekaran ini secara faktual menyisakan dua pusat pemerintahan di Denpasar, yaitu Pemkab Badung dan Pemkodya Denpasar.
Dikutip dari berbagai catatan arsip Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (Diskerpus) Badung, seusai pemekaran, Pemkab Badung kemudian mendirikan Puspem di Gedung Dharma Praja, Dusun Lumintang, Desa Dauh Puri Kaja, Denpasar. Gedung ini berfungsi sebagai pusat administrasi Pemkab Badung.
Simak Video "Video: Kata DPRD Badung Usai Cek Tembok GWK yang Tutup Akses Warga"
(iws/iws)