Gubernur Bali Wayan Koster menyebut sebanyak 11 ribu rohaniawan di Pulau Dewata telah menerima jaminan perlindungan pekerja nonformal rentan dari Pemerintah Provinsi (Pemprov Bali). Hal itu ia sampaikan saat membuka Diseminasi Journey Integrated Report BPJS Ketenagakerjaan di Nusa Dua, Kuta Selatan, Badung, Sabtu (29/11/2025).
"Pekerjaan rohaniawan sangat mulia karena mendoakan agar alam dan manusia tetap dalam keadaan baik. Perlindungan ini sangat penting," kata Koster dalam keterangan tertulisnya Minggu, 30/11/2025).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Koster mengungkapkan Pemprov Baali berkomitmen memberikan perlindungan kepada kelompok pekerja nonformal yang selama ini tergolong rentan. Selain rohaniawan, berbagai kelompok masyarakat lainnya juga telah diikutsertakan dalam program BPJS Ketenagakerjaan, seperti petani, nelayan, pekerja seni, perangkat desa, pembuat banten, pecalang, dan lembaga adat lainnya.
Menurut Koster, semua kelompok pekerja tersebut memegang peranan penting dalam kehidupan sosial budaya masyarakat Bali. Pemprov Bali, dia berujar, terus mendorong percepatan kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan, khususnya bagi pekerja rentan melalui APBD.
"Jaminan kecelakaan kerja, jaminan hari tua dan jaminan kematian sangat dibutuhkan pekerja rentan. Kami berharap kepesertaan terus meningkat sehingga universal coverage dapat tercapai," imbuh gubernur Bali dua periode itu.
(iws/iws)











































