Dinkes Denpasar Catat 1.195 Kasus DBD Selama Januari-Juli 2025, 7 Meninggal

Dinkes Denpasar Catat 1.195 Kasus DBD Selama Januari-Juli 2025, 7 Meninggal

Sui Suadnyana, Karsiani Putri - detikBali
Sabtu, 30 Agu 2025 23:30 WIB
Little boy get sick from influenza need to be admitted to hospital with saline intravenous (iv)  in-line hand pressure
Foto: Ilustrasi pasien DBD. (Getty Images/iStockphoto/wckiw)
Denpasar -

Dinas Kesehatan (Dinkes) Denpasar mencatat ada 1.195 kasus demam berdarah dengue (DBD) dengan tujuh kematian pada periode Januari-Juli 2025. Selama periode tersebut, jumlah kasus terbanyak ditemukan di Kecamatan Denpasar Barat dengan jumlah 367 kasus.

"Alasannya karena tingkat kepadatan penduduk cukup tinggi, adanya kantong-kantong kumuh di kecamatan tersebut dan sanitasi lingkungan yang tidak memenuhi syarat kesehatan," sebut Kadinkes Denpasar, Anak Agung Ayu Agung Candrawati, saat dihubungi, Sabtu (30/8/2025).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Candrawati, lonjakan kasus DBD pada 2025 terjadi mulai Januari dan puncaknya pada Februari. Hal tersebut disebabkan oleh perubahan iklim yang mengakibatkan curah hujan tidak menentu.

"Gejala umum demam berdarah dengue (DBD) meliputi demam tinggi mendadak, sakit kepala, nyeri otot dan sendi, ruam kulit, mual, muntah dan kelelahan," jelas Candrawati.

ADVERTISEMENT

Langkah Pertama jika Terjangkit DBD

Candrawati menuturkan langkah pertama yang harus dilakukan ketika terjangkit DBD adalah bedrest, kompres hangat, berikan obat pereda demam jika demam tinggi hingga perbanyak minum air minimal 2 liter per hari.

Kemudian, sambung Candrawati, jika dalam 2-3 hari gejala makin memburuk, seperti tampak lemas, muntah, mimisan, dan sebagainya, segera dibawa ke rumah sakit atau fasilitas pelayanan kesehatan terdekat untuk ditangani lebih lanjut.

Upaya Menekan Kasus DBD

Candrawati menuturkan Dinkes Denpasar telah berupaya menekan jumlah kasus DBD dengan berbagai upaya. Upaya yang dilakukan salah satunya adalah mengintensifkan penyuluhan atau KIE tentang DBD kepada masyarakat.

Selain itu, Dinkes Denpasar juga melakukan penyelidikan epidemiologi terhadap kasus jangkitan maupun kematian akibat DBD. Fogging fokus hingga fogging massal ULV juga dilakukan di jalan-jalan protokol Denpasar.

"Lalu menyediakan fasilitas laboratorium di masing-masing UPTD. Puskesmas Dinas Kesehatan Kecamatan se-Kota Denpasar yang mampu mendiagnosa DBD untuk mempercepat penanganan kasus DBD," tutur Candrawati.

Menurut Candrawati, masyarakat pun dapat berperan aktif dalam melakukan pencegahan kasus di tingkat rumah tangga. Caranya dengan meningkatkan peran aktif jumantik mandiri. Setiap rumah tangga memiliki satu orang yang bertugas melakukan pemantauan jentik nyamuk.

"Peran jumantik mandiri di masing-masing keluarga agar lebih ditingkatkan dan mari bersama-sama melakukan Gerakan Serentak Pemberantasan Sarang Nyamuk (Gertak PSN)," imbau Candrawati.

Selain itu, masyarakat bisa berperan dalam menjaga kebersihan lingkungan di tingkat rumah tangga. Candrawati juga mengimbau agar semua pihak dapat secara bersama-sama menjaga kebersihan lingkungan, mengenali gejala DBD, dan cara pencegahannya.




(iws/iws)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads