Deretan Fakta Turis Nekat di Bali Berujung Celaka: Ada yang Kakinya Putus!

Deretan Fakta Turis Nekat di Bali Berujung Celaka: Ada yang Kakinya Putus!

Tim detikBali - detikBali
Kamis, 24 Nov 2022 11:52 WIB
Petugas saat melakukan evakuasi terhadap turis domestik yang terjatuh dari tebing Broken Beach Nusa Penida
Turis jatuh di Broken Beach Nusa Penida. Foto: IST
Denpasar -

Ada saja kelakuan turis di Bali saat menghabiskan waktu liburan mereka. Mulai dari turis ugal-ugalan hingga aksi nekat yang menyebabkan dirinya sendiri celaka.

Baru-baru ini, ada turis asal Tomohon jatuh dari tebing Broken Beach, Nusa Penida gara-gara gagal foto salto. Beruntung turis asal Tomohon tersebut selamat dan hanya mengalami pendarahan akibat cedera kaki dan tangan.

Tak hanya kelakuan turis asal Tomohon tersebut, detikBali telah merangkum sederet fakta ulah turis nekat di Bali yang berujung celaka. Simak rangkumannya berikut ini.

1. Turis Jatuh di Tebing Broken Beach gegara Gagal Foto Salto

Kepolisian Sektor (Polsek) Nusa Penida, Klungkung, Alvalino Kesanda mengungkap detik-detik atau kronologi saat turis domestik jatuh dari tebing Broken Beach, Nusa Penida, Klungkung, Senin (21/11/2022).

Sesuai laporan yang diterima polisi, sebelum ditemukan terkapar, korban sudah sempat berpose 10 kali di bibir tebing. Namun saat sesi terakhir, warga Tomohon, Sulawesi Utara itu gagal saat mencoba pose salto.

Korban diperkirakan jatuh dari ketinggian 40 meter ke bibir pantai. Korban tidak sendiri, melainkan ditemani pemandu lokal, Komang Gede Subawa yang saat itu memotret korban. "Saksi sudah kami mintai keterangan dan begitu pengakuannya," kata Kapolsek Nusa Penida Kompol I Gede Redastra.

Kepada polisi, saksi menceritakan awal mula korban bersama saksi pergi ke Broken Beach. Pria blasteran Vietnam, itu tiba di Pelabuhan Banjar Nyuh Nusa Penida sekira pukul 08.30 Wita, lalu diantar oleh saksi berangkat dengan sepeda motor.

Sementara terpisah, Kepala Kantor Basarnas Bali I Gede Darmada mengatakan bahwa proses evakuasi korban sempat terkendala medan yang terjal dan penuh dengan semak. Sehingga tim pencarian juga dikerahkan melalui laut.

"Awalnya satu personel diturunkan dan selanjutnya menyusul satu personel dengan membawa tandu (berhasil). Kami berikan penanganan awal untuk mengurangi pendarahan cedera kaki dan tangan. korban (berhasil) ditarik ke atas dengan menggunakan tandu," jelas Darmada.

Korban kemudian dievakuasi ke Klinik Nusa Medika dengan menggunakan ambulans. Kata Darmada, korban diperkirakan jatuh dari tebing setinggi 40 meter sekitar pukul 09.30. "Tim gabungan ada Basarnas, dari Polsek Nusa Penida, BPBD Klungkung dan warga atau pemandu lokal," tegasnya.

Data di kepolisian, korban mengalami luka parah di bagian kaki. Sehingga penanganan medis tidak cukup dilakukan di Nusa Penida. Korban dirujuk ke RSUD Klungkung di Kota Semarapura.

Selengkapnya klik halaman berikutnya

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

2. Naik Tebing Air Terjun Aling-Aling, Turis AS Terpeleset-Kaki Putus

Seorang wisatawan asing asal Amerika Serikat (AS) bernama Donnel Jack Sullivan (22), terpeleset dan tertimpa reruntuhan tebing, saat mengunjungi objek wisata Air Terjun Aling-Aling di Desa Sambangan, Kecamatan Sukasada, Kabupaten Buleleng, Bali, Rabu (2/11/2022).

Hal itu terjadi lantaran Donnel nekat berkunjung ke objek wisata Air Terjun Aling-Aling tanpa ditemani pemandu wisata. Akibat insiden tersebut, betis (kaki) korban putus dan harus dilarikan ke Rumah Sakit Balimed Singaraja.

Kapolsek Sukasada Kompol Made Agus Dwi Wirawan mengatakan, Donnel awalnya berangkat melalui Jalur Desa Ambengan, Kecamatan Sukasada, sekitar pukul 11.30 Wita. Kemudian tiba di sebuah tebing sekitar pukul 12.15 Wita.

Donnel lantas nekat menaiki tebing tersebut, padahal sebelumnya sudah diberi peringatan oleh seorang turis asing lainnya, yang kebetulan berada di lokasi tersebut, bernama Rigaud Alixis Louis Ves (40) asal Perancis, karena berbahaya.

Donnel pun terpeleset dan terjatuh. Nahas, pada saat terjatuh, terdapat bongkahan batu tebing yang cukup besar secara tiba-tiba ikut runtuh dan menimpa betis kanan korban hingga terputus.

"Korban merintih kesakitan, kemudian dibantu saksi Rigaud Alxis Louis Ves. Kondisi saat itu sepi, korban kembali berteriak minta tolong. Mendengar ada teriakan minta tolong, pemandu wisata dari Pokdarwis Desa Sambangan datang memberikan pertolongan," kata Kapolsek Sukasada Kompol Made Agus Dwi Wirawan kepada detikBali, Rabu (2/11/2022).

Melihat kondisi Donnel, beberapa orang dari Pokdarwis Desa Sambangan memberikan pertolongan pertama dengan mengikat kaki korban menggunakan handuk untuk mengurangi pendarahan. Kemudian korban segera dilarikan ke Rumah Sakit Balimed Singaraja untuk mendapatkan perawatan medis.

"Sementara korban saat ini masih bisa diajak komunikasi walaupun sedikit, dan bisa menjawab ketika ditanya serta mengatakan dia berasal dari Amerika" jelasnya.

Atas terjadinya insiden tersebut, Agus Dwi telah melakukan pemeriksaan terhadap beberapa saksi. Selain itu pihaknya juga akan mendorong Pokdarwis Desa Ambengan dan Desa Sambangan untuk menambah papan atau spanduk peringatan bahaya di areal lokasi wisata Air Terjun Aling-Aling.

"Kami sarankan agar pengelola wisata bisa memasang papan peringatan bahaya serta menyarankan wisatawan agar mengajak pemandu wisata ketika berkunjung, sehingga dapat meminimalisir musibah seperti ini terjadi," tukas Kompol Agus Dwi Wirawan.

3. 2 Bule Inggris Tersesat Saat Mendaki Gunung Agung

Dua orang warga negara asing (WNA) asal Inggris bernama Liam Quinlan (27) dan Alex Kirkby (19) tersesat dan mengalami kelelahan saat melakukan pendakian di Gunung Agung, Karangasem, Bali. Kedua bule Inggris itu nekat melakukan pendakian tanpa pemandu melalui jalur Pura Pasar Agung pada Kamis (27/10/2022) sore.

Padahal gunung ini sangat rawan dan berbahaya, terutama bagi mereka yang tidak mengena jalur pendakian.

Koordinator Pos Basarnas Karangasem I Gusti Ngurah Eka Wiadnyana mengatakan, pihaknya menerima laporan dua orang WNA tersesat dan meminta bantuan untuk dievakuasi sekitar pukul 21.40 Wita. Tim SAR gabungan pun bergegas melakukan pencarian terhadap korban.

"Kedua WNA tersebut saat ini sudah berhasil kita evakuasi. Keduanya dalam keadaan sehat cuma mengalami sedikit luka lecet di kaki sebelah kiri," kata Eka Wiadnyana, Jumat (28/10/2022).

Eka menjelaskan, tim SAR sempat kesulitan melakukan proses evakuasi lantaran kondisi gelap dan berkabut. Hal itu juga menyebabkan jarak pandang terbatas.

Setelah melakukan pencarian selama beberapa jam, kedua bule Inggris tersebut dapat ditemukan sekitar pukul 04.45 Wita di ketinggian 1830 Mdpl. Selanjutnya keduanya dibawa ke bawah menuju Desa Sebudi dan tiba sekitar pukul 07.30 Wita.

"Kedua WNA tersebut langsung dibawa menuju Puskesmas Selat karena mereka terlihat sedikit kelelahan dan salah satu korban mengalami luka di kaki sebelah kiri," kata Eka Wiadnyana.

Halaman 3 dari 2
(nor/hsa)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads