Obat Sirup Epilepsi Anak Diperbolehkan, Tapi ...

Ginjal Akut Misterius

Obat Sirup Epilepsi Anak Diperbolehkan, Tapi ...

Ambrosius Ardin - detikBali
Jumat, 21 Okt 2022 19:51 WIB
Ketua Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Kabupaten Manggarai Barat dr. Dian Purnama Sari, SpA
Foto: ist
Manggarai Barat -

Penggunaan obat sirup kini dihentikan sementara buntut temuan kasus gangguan ginjal akut misterius di Indonesia yang menyebabkan 99 anak meninggal. Namun, Kemenkes memperbolehkan pemberian obat sirup khusus untuk penyakit epilepsi anak namun harus sesuai anjuran dokter spesialis.

Ketua Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Kabupaten Manggarai Barat dr Dian Purnama Sari, SpA mengatakan, pemberian obat sirup untuk mengobati penyakit epilepsi anak diberikan harus atas rekomendasi dokter.

"Di Labuan Bajo memang ada beberapa penyakit di mana obatnya hanya ada sediaan dalam bentuk sirup, seperti obat epilepsi anak. Tetapi sesuai rekomendasi IDAI, hal tersebut menjadi pengecualian dan tetap boleh diberikan dengan dosis yang direkomendasikan oleh dokter," kata dr Dian di Labuan Bajo, Jumat (21/10/2022).


Ia menjelaskan, pemberian obat sirup epilepsi kepada anak tetap diperbolehkan karena obat tabletnya tak bisa dibuat dalam bentuk puyer. "Kalau tidak minum obat, pasien bisa kejang-kejang. Sedangkan sediaan tablet obat epilepsi itu tidak bisa digerus (jadi puyer). Jadi pasien harus tetap minum obat tersebut (obat sirup) untuk mencegah kejang," jelasnya.

Selain untuk mengobati penyakit epilepsi, obat sirup tidak boleh diberikan kepada anak saat ini. Ia meminta masyarakat tak perlu panik dengan ketiadaan obat sirup untuk anak. Sebab, anak masih bisa diberikan obat dalam bentuk tablet, kapsul, pil, puyer hingga suppositoria (obat yang dimasukkan lewat anal/dubur).

"Tidak usah khawatir karena obat-obatan (untuk anak) di Labuan Bajo sudah cukup lengkap sediaan tablet, kapsul, atau suppositoria-nya," kata dr Dian.

Untuk diketahui, apotek dan tenaga kesehatan diminta menghentikan sementara pemberian obat sirup menyusul ditemukannya 192 kasus gangguan ginjal akut misterius di Indonesia. Imbauan ini dikeluarkan Kemenkes RI dengan batas waktu yang belum ditentukan.

"Sampai dilakukan pengumuman resmi dari pemerintah sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. Seluruh apotek untuk sementara tidak menjual obat bebas dan atau bebas terbatas dalam bentuk sirup kepada masyarakat sampai dilakukan pengumuman resmi dari pemerintah," penegasan Kemenkes RI dalam keterangan tertulis, Rabu (19/10/2022), dilansir dari detikHealth.



Simak Video "Situasi di RSUD Andi Makkasau Parepare Usai Larangan Obat Sirup"
[Gambas:Video 20detik]
(nor/hsa)