Viral Bule Diduga Lecehkan Pura di Bali-Persetubuhan ABG

Round Up

Viral Bule Diduga Lecehkan Pura di Bali-Persetubuhan ABG

tim detikBali - detikBali
Minggu, 02 Okt 2022 07:21 WIB
Petugas Desa Candikuning dan Polsek Baturiti saat melakukan kroscek ke Pura Teratai Bang yang salah satu bangunannya diduduki seorang bule, Sabtu (1/10/2022).
Petugas Desa Candikuning dan Polsek Baturiti saat melakukan kroscek ke Pura Teratai Bang yang salah satu bangunannya diduduki seorang bule, Sabtu (1/10/2022). Foto: Istimewa
Bali -

Viral bule kembali berulah di Bali hingga remaja di Lombok dicabuli pacarnya. Seorang wisatawan asing diduga melecehkan Pura Teratai Bang, Desa Candikuning, Kecamatan Baturiti, Kabupaten Tabanan, Bali.

Perbuatan tidak terpuji dilakukan bule pemilik akun Instagram @dreamchaser_traveling, dengan menduduki palinggih pura. Tindakan bule tersebut dinilai melecehkan karena menduduki tempat sakral.

Ia mengunggah foto duduk di palinggih dan memantik reaksi sejumlah tokoh Bali di akun media sosial masing-masing. Salah satunya Ni Luh Djelantik dan Arya Wedakarna yang menyoroti ulah bule tersebut.


Perbekel Candikuning I Made Mudita mengkonfirmasi foto tersebut diambil di Balai Pelik, Pura Teratai Bang. "Itu di Pura Teratai Bang. Foto itu diperkirakan diambil sudah lebih dari lima bulan lalu," ujar Mudita.

Dugaan itu didasari keberadaan sanggah atau sanggar tawang dari bambu pada foto unggahan bule tersebut. Di mana saat ini, sanggar Tawang tersebut sudah tidak ada dan dipindahkan sekitar lima bulan lalu.

"Di fotonya masih ada sanggar tawang. Sementara sanggar tawang itu sudah dipindah lima bulan lalu," jelasnya.

Made Mudita mengaku sudah memastikan kondisi lapangan saat turun bersama Polsek Baturiti. "Kami sudah turun langsung dengan pihak Polsek dan sejumlah jajaran terkait untuk kroscek," imbuhnya.

Mencegah kejadian itu tidak terulang, pihaknya juga sudah meminta prajuru pura untuk mengefektifkan pengawasan. Ia menduga bule itu masuk melalui pintu belakang pura.

Pasalnya, pintu utama sudah digembok dan baru akan dibuka jika ada piodalan atau upacara. Sementara gembok di belakang, menurutnya, sering rusak karena di areal pura ada sumber mata air yang mengandung belerang.

"Di sana ada belerang. Sehingga gemboknya cepat rusak. Sebetulnya sudah ada pamangku yang mengawasi. Pintu utama sudah di kunci. Baru dibuka ketika ada piodalan," pungkasnya.

Sementara itu, Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Bali mendesak agar pelaku pelecehan tempat sakral di Bali diberikan sanksi. "Harus ada sanksi bagi mereka yang menodai pura. Khususnya sanksi adat sebagai benteng sosial di Bali," kata Ketua PHDI Provinsi Bali, Nyoman Kenak, Sabtu (1/10/2022) malam.

Baca halaman selanjutnya, remaja dicabuli pacar di Lombok...



Simak Video "Ngobrol Pintar Brilianpreneur 2022 Episode 1"
[Gambas:Video 20detik]