Lukas Enembe Ungkap Kesehatannya: Kalau Tensi Naik Saya Strok

Tim detikSulsel - detikBali
Sabtu, 01 Okt 2022 20:55 WIB
Gubernur Papua Lukas Enembe menjelaskan kondisi kesehatannya kepada awak media. Ia menyebutkan kesehatannya sedang menurun, bahkan bisa strok sewaktu-waktu.
Gubernur Papua Lukas Enembe. Foto: Andi Nur Isman/detikcom
Denpasar -

Gubernur Papua Lukas Enembe mengungkap soal kondisi kesehatannya saat ditemui sejumlah awak media di kediamannya di Koya Tengah, Distrik Muara Tami, Jayapura, Sabtu (1/10/2022) sekitar pukul 16.20 WIT. Lukas Enembe menyebut kondisi kesehatannya saat ini sedang menurun dan sewaktu-waktu bisa strok.

"Kalau saya emosian, mau marah-marah itu tensi naik, jadi saya tahan-tahan ini," ucap Lukas seperti dikutip dari detikSulsel, Sabtu (1/10/2022).
Lukas menyampaikan tensi darahnya sedang tidak stabil saat ini. Jika emosinya tak terkendali, dia mengaku bisa strok sewaktu-waktu.

"Saya bilang kalau tensi naik itu saya strok," ungkapnya.


Dia juga mengatakan sudah menjalani operasi akibat tensi darahnya yang tidak stabil. Lukas Enembe menyebut jantungnya bocor sehingga harus menjalani operasi beberapa kali.

"Tensi naik, dioperasi. Saya operasi jantung, bocor. Operasi kemarin tetap operasi kembali," sebutnya.

Selain itu, Lukas Enembe juga mengaku tidak bisa berdiri lama. Dia juga menegaskan sakit yang dialaminya ini bukan main-main.

"Belum bisa, kalau pelan-pelan bisa. Ini strok, mati, bukan main-main," tegasnya.

Kediaman Lukas Enembe Dijaga Simpatisan

Kediaman Gubernur Papua Lukas Enembe di Koya Tengah, Distrik Muara Tami, Jayapura masih dijaga ketat oleh sejumlah simpatisan. Mereka bersiaga sekitar 200 meter dari rumah Lukas Enembe.

Pantauan detikcom di lokasi, Sabtu (1/10/2022) sekitar pukul 16.20 WIT, sejumlah simpatisan tampak melakukan penjagaan. Mereka memblokade jalan menggunakan ekskavator, tidak jauh dari jalan poros.

Para simpatisan itu terlihat duduk di pinggir jalan. Beberapa juga langsung berdiri ketika awak media berjalan kaki menuju kediaman Lukas Enembe.

Saat tiba di depan gerbang kediaman Lukas Enembe, sebuah tenda tampak berdiri dengan alas terpal berwarna merah. Beberapa simpatisan yang bersiaga kemudian tampak memegang sejumlah busur panah.

Gerbang masuk menuju kediaman Lukas Enembe juga dijaga ketat. Pintu gerbang hanya dibuka sekitar setengah meter untuk dilalui sejumlah awak media.

Dari gerbang tersebut, masih perlu menempuh perjalanan sekitar 200 meter untuk sampai ke bangunan utama rumah Lukas Enembe. Di lokasi terlihat ada sejumlah kerabat sedang berbincang dengan Lukas Enembe.



Simak Video "KPK Dalami Dugaan Penyelewengan APBD Papua untuk Berobat Lukas Enembe"
[Gambas:Video 20detik]
(nor/irb)