STNK Mati 2 Tahun-Peringatan 3 Kali Sebelum Kendaraan Jadi Bodong

STNK Mati 2 Tahun-Peringatan 3 Kali Sebelum Kendaraan Jadi Bodong

tim detikOto - detikBali
Rabu, 28 Sep 2022 11:30 WIB
Perpanjang Pajak Kendaraan di mall samsat keliling. dikhy sasra/ilustrasi/detikfoto
Ilustrasi Perpanjangan STNK. Foto: Dikhy Sasra
Bali -

STNK mati dua tahun akan mendapatkan tiga kali peringatan sebelum akhirnya kendaraan dihapus alias jadi bodong. Hal ini sesuai Pasal 74 Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ).

Direktur Registrasi dan Identifikasi Korlantas Polri Brigjen Pol Yusri Yunus menjelaskan, data kendaraan akan dihapus jika STNK mati dua tahun, ditambah lagi tidak bayar pajak dua tahun. Maka secara otomatis data kendaraan akan terhapus.

"Akan hilang dari data ERI (Electronic Registration dan Identification). Nah, jika sudah terhapus bisa tidak daftar lagi? Sudah tidak bisa ya, kendaraannya silakan saja disimpan," jelas Yusri, dilansir dari detikOto.


Kebijakan penghapusan data kendaraan ini tertuang dalam Undang-Undang No. 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan pasal 74 ayat 2 yang menyebutkan:

Penghapusan registrasi dan identifikasi kendaraan bermotor dapat dilakukan jika:

  1. Kendaraan bermotor rusak berat sehingga tidak dapat dioperasikan; atau
  2. Pemilik kendaraan bermotor tidak melakukan registrasi ulang sekurang-kurangnya 2 (dua) tahun setelah habis masa berlaku Surat Tanda Nomor Kendaraan Bermotor.

Pasal 3, kendaraan bermotor yang telah dihapus tidak dapat diregistrasi kembali. Artinya, jika data kendaraan dihapus karena STNK mati, maka kendaraan akan menjadi bodong, sebab dokumennya tidak terdaftar lagi.

Namun penghapusan tak serta merta dilakukan saat STNK mati dua tahun, pemilik kendaraan akan mendapatkan tiga kali peringatan. Hal ini sesuai Pasal 85 Peraturan Polri No. 7 Tahun 2021 tentang Registrasi dan Identifikasi Kendaraan Bermotor.

Unit Pelaksana Regident Ranmor akan menyampaikan peringatan, sebelum dilakukan penghapusan dari daftar Regident Ranmor. Tiga kali peringatan yang diberikan kepada pemilik kendaraan, sebagai berikut.

  1. Peringatan pertama, tiga bulan sebelum melakukan penghapusan data Regident Ranmor;
  2. Peringatan kedua untuk jangka waktu satu bulan sejak peringatan pertama, apabila pemilik Ranmor tidak memberikan jawaban/tanggapan; dan
  3. Peringatan ketiga untuk jangka waktu satu bulan sejak peringatan kedua, apabila pemilik Ranmor tidak memberikan jawaban/tanggapan.

Jika pemilik kendaraan tidak memberikan jawaban atau tanggapan satu bulan sejak peringatan ketiga, maka registrasi dan identifikasi kendaraan bermotor yang bersangkutan akan dilakukan penghapusan. Peringatan akan disampaikan secara manual atau elektronik.

Penghapusan data kendaraan tidak berlaku jika kendaraan bermotor tersebut diblokir, dalam proses lelang, atau kendaraan itu rusak berat masih dalam perbaikan berdasarkan surat keterangan dari bengkel.



Simak Video "Aturan STNK Mati 2 Tahun Kendaraan Jadi Bodong Bakal Diterapkan"
[Gambas:Video 20detik]
(irb/irb)