Heboh LPG 3 Kg Diganti Kompor Listrik Ternyata Masih Uji Coba

Heboh LPG 3 Kg Diganti Kompor Listrik Ternyata Masih Uji Coba

Tim detikFinance - detikBali
Sabtu, 24 Sep 2022 11:25 WIB
kompor listrik Modena
Foto: ilustrasi kompor listrik (Modena Indonesia)
Bali -

Rencana pemerintah mendorong penggunaan kompor induksi atau kompor listrik santer terdengar belakangan ini. Harapannya, penggunaan kompor listrik dapat menggantikan penggunaan LPG 3 kilogram (kg).

Namun, upaya mendorong penggunaan kompor listrik ini belum menjadi program pemerintah, masih sebatas uji coba. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto memastikan program konversi LPG 3 kg ke kompor listrik induksi belum berlaku tahun ini. Pertimbangan ini diambil setelah pemerintah melihat langsung kondisi di lapangan.

"Setelah melihat langsung kondisi di lapangan terkait konversi kompor LPG 3 kg menjadi kompor listrik induksi, dapat saya sampaikan bahwa pemerintah belum memutuskan terkait program konversi kompor LPG 3 kg menjadi kompor listrik induksi," kata Airlangga dalam konferensi pers virtual, Jumat (23/9/2022).


Ia pun menyampaikan program tersebut tidak akan diberlakukan tahun ini. "Namun dapat dipastikan bahwa program ini tidak akan diberlakukan di tahun 2022," katanya menambahkan.

Sampai saat ini, pembahasan anggaran dengan DPR RI terkait program tersebut belum dibicarakan. Artinya belum ada persetujuan dari DPR RI.

Airlangga menambahkan, program kompor listrik induksi ini masih dalam tahap uji coba atau prototipe sebanyak 2.000 unit dari 300.000 unit. Adapun uji coba ini dilaksanakan di Bali dan Solo. Menurut Airlangga, hasil dari uji coba akan menjadi bahan evaluasi dan perbaikan.

"Program kompor listrik induksi ini masih uji coba atau prototipe sebanyak 2.000 unit dari rencana 300 ribu unit, yang akan dilaksanakan di Bali dan Solo. Hasil dari uji coba ini akan dilakukan evaluasi dan perbaikan-perbaikan," jelasnya.

Dalam kesempatan terpisah, Menteri ESDM Arifin Tasrif mengatakan uji coba kompor listrik ini akan dilakukan secara acak. Dia menjelaskan, sebetulnya yang bisa menyerap listrik tambahan karena hadirnya kompor listrik ini adalah kelompok masyarakat menengah atas. Namun, pihaknya juga akan menyalurkannya ke kelompok masyarakat bawah untuk melihat responsnya.

"Jadi kalau yang sekarang diuji coba untuk masyarakat ya kita random, tetapi memang yang sebetulnya bisa meng-absorb nanti daya listrik tambahan dengan bayar itu ya menengah ke atas kan, dan menengah ke atas itu kan pada umumnya juga suka kan. Nah, yang masyarakat bawah dicoba beberapa yang paket percobaan ini itu suka atau nggak, kalau suka nanti kita lihat skemanya," paparnya di Kementerian ESDM.

Ditanya apakah pelanggan golongan 450 VA memungkinkan menggunakan kompor listrik, dia mengatakan, seharusnya dayanya ditambah. "Harus ditambah dayanya," ujarnya.

Menurutnya, penggunaan kompor listrik ini bisa mengurangi kelebihan pasokan yang dialami oleh PT PLN (Persero). "Iya harusnya demikian, kalau kita pasang 10 juta itu bisa menyerap 5 giga watt (GW) ya," imbuhnya.

Sebelumnya, pemerintah menyatakan akan membagikan paket kompor listrik gratis kepada 300 ribu rumah tangga. Sekretaris Jenderal Kementerian ESDM Rida Mulyana mengatakan keluarga penerima paket kompor listrik ini yang terdaftar di Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS).

Rencana itu akan diberikan bertahap pada tahun ini. Paket kompor listrik itu terdiri dari kompor listrik, satu alat masak dan satu Miniature Circuit Breaker (MCB) atau jalur daya khusus untuk kompor listrik.

"Rencananya tahun ini 300 ribu (penerima). Jadi satu rumah itu dikasih satu paket, kompornya sendiri, alat masaknya sendiri, dayanya dinaikin," ujar dia saat ditemui di Gedung DPR RI, Selasa (20/9).



Simak Video "Wacana Rice Cooker Gratis Buat Gantikan LPG, Pengamat: Mission Impossible"
[Gambas:Video 20detik]
(kws/kws)