Kontroversi Pinangki, Foto Bareng Koruptor Kakap hingga Hukuman Disunat

Kontroversi Pinangki, Foto Bareng Koruptor Kakap hingga Hukuman Disunat

detikcom - detikBali
Rabu, 07 Sep 2022 08:33 WIB
Transformasi Pinangki
Foto: Penampilan berbeda Pinangki saat menjalani sidang kasus suap. (dok. detikcom)
Bali -

Tak butuh waktu lama bagi mantan jaksa Pinangki Sirna Malasari untuk keluar dari penjara. Selasa (6/9/2022) dia mendapat pembebasan bersyarat. Pinangki bisa menghirup udara bebas usai mendapat pemotongan hukuman dari 10 tahun penjara menjadi 4 tahun penjara.

Pada Rabu (7/9/2022), detikcom merangkum perjalanan hukuman Pinangki mulai dari jejak terima suap hingga bebas bersyarat. Berikut kontroversi mantan jaksa Pinangki yang kasusnya kala itu membuat heboh.

Foto Bareng Koruptor Kakap Djoko Tjandra


Nama Pinangki mencuat setelah fotonya viral di media sosial bersama Djoko Tjandra. Dalam foto yang viral itu juga terdapat pengacara Djoko Tjandra, Anita Kolopaking.

Kejagung kemudian melakukan pemeriksaan internal kepada Pinangki. Hari Setiyono yang saat itu menjabat sebagai Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung, menjelaskan Pinangki diperiksa terkait dengan fotonya Anita Kolopaking.

Dicopot dari Jabatan

Pinangki kemudian dicopot dari jabatan sebagai Kepala Sub-Bagian Pemantauan dan Evaluasi II pada Biro Perencanaan Jaksa Agung Muda Pembinaan. Pinangki dinilai terbukti melanggar disiplin.

"Wakil Jaksa Agung telah memutuskan, sesuai keputusan Wakil Jaksa Agung Nomor Kep/4/041/B/WJA/07/2020 tanggal 29 Juli 2020 tentang penjatuhan hukuman disiplin tingkat berat berupa pembebasan dari jabatan struktural, artinya di-nonjob-kan kepada terlapor (jaksa Pinangki)," kata Hari Setiyono di Kejagung, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, pada Rabu, 29 Juli 2020.

Ditetapkan Jadi Tersangka

Kejagung kemudian menetapkan Pinangki sebagai tersangka karena diduga menerima hadiah atau janji berkaitan dengan Djoko Tjandra. Setelah berstatus sebagai tersangka, Pinangki langsung ditangkap dan ditahan tim penyidik Kejagung. Penangkapan dilakukan pada Selasa (11/8/2020) malam.

Setelah itu, Pinangki menjalani pemeriksaan di Kejagung lalu ditahan di Rutan Salemba cabang Kejagung. Penahanan Pinangki dipindahkan ke Rutan Khusus Wanita di Pondok Bambu, Jakarta Timur.

Didakwa Terima Suap

Pinangki didakwa menerima suap USD 500 ribu dari Djoko Tjandra. Sejatinya, Pinangki dijanjikan USD 1 juta oleh Djoko Tjandra.

"Telah menerima pemberian uang atau janji berupa uang sebesar USD 500 ribu dari sebesar USD 1 juta yang dijanjikan oleh Joko Soegiarto Tjandra sebagai pemberian fee dengan maksud supaya pegawai negeri atau penyelenggara tersebut berbuat atau tidak berbuat sesuatu dalam jabatannya," ujar jaksa membacakan surat dakwaannya dalam persidangan di Pengadilan Tipikor Jakarta, Jalan Bungur Raya, Jakarta Pusat, Rabu (23/9/2020).

Jaksa menyebutkan uang suap itu diterima Pinangki untuk mengurus fatwa MA melalui Kejagung agar pidana penjara yang dijatuhkan pada Djoko Tjandra berdasarkan putusan PK (Peninjauan Kembali) Nomor 12 Tanggal 11 Juni 2009 tidak bisa dieksekusi sehingga Djoko Tjandra bisa kembali ke Indonesia tanpa harus menjalani hukuman pidana. Putusan PK itu berkaitan dengan perkara pengalihan hak tagih (cessie) Bank Bali.

Divonis 10 Tahun

Hakim memutuskan menghukum Pinangki 10 tahun penjara dari tuntuan 4 tahun penjara. Pinangki dinyatakan terbukti bersalah menerima suap USD 450 ribu dari Djoko Tjandra untuk mengurus fatwa MA dan melakukan TPPU serta permufakatan jahat. Vonis ini lebih tinggi dari tuntutan jaksa.

Vonis Disunat Jadi 4 Tahun

Pada Juni 2021, hakim PT Jakarta memutuskan menyunat hukuman Pinangki. Hakim tinggi Muhammad Yusuf, Haryono, Singgih Budi Prakoso, Lafat Akbar, dan Reny Halida Ilham Malik memutuskan memotong hukuman mantan jaksa itu menjadi 4 tahun penjara meski Pinangki dinyatakan terbukti sebagai aparat penegak hukum melakukan korupsi dan pencucian uang.

"Bahwa Terdakwa adalah seorang ibu dari anaknya yang masih balita (berusia 4 tahun) layak diberi kesempatan untuk mengasuh dan memberi kasih sayang kepada anaknya dalam masa pertumbuhannya. Bahwa Terdakwa sebagai wanita harus mendapat perhatian, perlindungan, dan diperlakukan secara adil," ujar ketua majelis Muhammad Yusuf dengan anggota Haryono, Singgih Budi Prakoso, Lafat Akbar, dan Reny Halida Ilham Malik.

Atas putusan ini, jaksa tidak mengajukan upaya banding. Pinangki akhirnya divonis 4 tahun penjara tanpa perlawanan jaksa.

Bebas Bersyarat

Per Selasa (7/9/2022), Pinangki bebas bersyarat. Pinangki bebas bersyarat bersamaan dengan Ratu Atut. Pinangki sudah menjalani penahanan kurang lebih 2 tahun.

"Hari ini tidak hanya beliau (Ratu Atut Chosiyah) kita bebas bersyaratkan juga Pinangki, Mirawati (Basri), dan Desi Arryani," ucap Kepala Divisi Pemasyarakatan Kanwil Banten Masjuno, Selasa (6/9/2022).

"Kurang lebih 2 tahun. Sama syaratnya juga disamakan semuanya karena sudah tertuang secara tertulis," kata Masjuno.



Simak Video "Berkelakuan Baik, Pinangki Sirna Malasari Bebas Bersyarat"
[Gambas:Video 20detik]
(hsa/hsa)