Kisah Yudist Ardhana, Pesulap Bali Jadi Youtuber 11,9 Juta Subscriber

Kisah Yudist Ardhana, Pesulap Bali Jadi Youtuber 11,9 Juta Subscriber

Ni Made Lastri Karsiani Putri - detikBali
Selasa, 30 Agu 2022 07:07 WIB
Konten kreator asal Denpasar, Bali, Yudist Ardhana.
Foto: Konten kreator asal Denpasar, Bali, Yudist Ardhana. (istimewa)
Denpasar -

Bagi penikmat media sosial pastinya sudah tak asing lagi dengan nama konten kreator Yudist Ardhana. Sejak 2016, Yudist yang awalnya menggeluti dunia sulap ini telah aktif menjadi YouTuber.

Yudist kini sudah memiliki 11,9 juta subscriber, lewat 2.100 video yang telah diunggahnya. Dengan raihan itu, ia bisa disejajarkan dengan youtuber nasional seperti Atta Halilintar, Deddy Corbuzier, Raffi Ahmad hingga Baim wong.

Sebelum menjadi YouTuber, Yudist lebih dulu menggeluti profesi sulap. Profesi tersebut dijalaninya selama empat tahun hingga akhirnya pada Januari 2016 memulai akun YouTubenya. Hal tersebut ia sampaikan ketika ditemui detikBali pada Senin (29/8/2022).


"Saya main sulap untuk di acara ulang tahun, wedding, restoran dan event-event. Lalu ada kendala yang mana seniman atau performance di daerah biasanya tidak bisa dapat bayaran tinggi, kecuali artis ibukota. Dan untuk tembus hal itu harus lewat TV dan kebetulan itu sulit bagi saya," sebut pria asal Denpasar, Bali ini.

Kemudian, di tahun 2015, Ia pun sering kali melihat teman-temannya yang aktif mengirim video di YouTube. Berangkat dari hal itulah, Yudist tergerak untuk membuat akun YouTubenya sendiri dengan harapan dapat lebih dikenal publik.

Dengan sosoknya yang dikenal tentunya dapat berpengaruh pada banyaknya pekerjaan yang masuk dan juga bayaran yang lebih tinggi.

"Pertama buat YouTube itu kontennya konten sulap dengan tujuan ingin mempromosikan diri saya sebagai magician. Tapi, seiring berjalannya waktu ternyata konten YouTube itu kan harus upload video yang baru terus dan itu sulit bagi konten sulap karena sulap kan butuh latihan, persiapan dan enggak gampang," akunya.

Namun, seiring berjalannya waktu, konten di YouTube-nya pun terus berkembang. Pada tahun 2016 Ia berfokus pada konten sosial magic, lalu tahun 2017 Ia banyak menghadirkan konten prank komedi sketsa. Lalu, pada tahun 2018 kontennya merujuk pada beragam eksperimen dan tahun 2019 bergeser menjadi konten challenge.

Sementara di tahun 2021 dan 2022 kontennya lebih berfokus pada vlog keseruan yang berisikan beragam video tentang sport hingga hobi. Ia menuturkan, di awal merintis akun YouTubenya, Ia sama sekali tak memiliki kamera.

"Jadinya saya sewa dan saya juga bayar satu orang freelance untuk bisa pegangin kamera dan untuk mengedit video. Tahun pertama itu benar-benar struggling banget dan susahnya luar biasa karena zamannya beda dengan hari ini. Bahkan di tahun pertama saya hanya dapat 50 ribu subscribers dan secara keuangan saya minus, rugi ratusan juta rupiah," aku pria kelahiran 13 Oktober 1987 ini.

Menurutnya, pada tahun tersebut, adapun modal dalam memproduksi satu video, yakni berkisar Rp 300.000- Rp 1 juta. Terkait keuntungan yang dihasilkan dari YouTube, kata Yudist, baru ia rasakan pada akhir tahun 2016. Adapun penghasilannya saat itu, yakni sebesar Rp 1,3 juta. Dari perkembangannya tersebut, Ia pun mulai mendapatkan tawaran pekerjaan dengan penghasilan yang dapat dikatakan mumpuni.

"Jadi, di tahun itu saya langsung putuskan untuk melakukan ini secara profesional dan jadi pekerjaan bagi saya. Tim saya saat ini berjumlah 15 orang dan kalau sekarang fokusnya pada konten sport dan hobi. Lalu, saya juga sering cari data tenyata penonton akun saya nomor 1 itu dari Jakarta, lalu Bali, Pulau Jawa, dan nomor 4 luar pulau Jawa dan Bali," terang pria yang pernah menggeluti profesi fotografer ini.

Ia menjelaskan, untuk rekor penonton terbanyak di akunnya, yakni video panjang karyanya yang bertemakan eksperimen minuman soda dicampur permen mint pada tahun 2017 telah ditonton sebanyak 40 juta orang. Sementara dari video pendeknya dengan tema tim building beberapa waktu ini, hanya dalam waktu empat bulan telah ditonton oleh 60 juta orang.

Meskipun telah dikenal sebagai konten kreator sukses di Bali, Yudist mengaku terus berusaha menjaga awareness-nya, berusaha terus mengikuti tren hingga tetap berkolaborasi dengan rekan-rekan sesama konten kreator. Hal tersebut terus Ia lakukan mengingat saat ini telah banyak konten kreator yang bermunculan dan dengan mudahnya viral di sosial media.

"Kalau kita tidak bisa unik banget, dan tidak ikutin tren dan tidak mau belajar, kita akan ketinggalan dengan konten kreator lainnya. Sebagai konten kreator juga harus punya core skill dan tidak bisa buat konten dengan ikut tren terus. Pentingnya core skill ini ketika kita bertemu dengan orang atau ada job secara offline kita bisa perform. Dan juga kita harus punya karakter supaya gampang diingat oleh orang-orang," ungkapnya.

Sementara itu, dalam waktu dekat ini, kata Yudist, pihaknya akan segera membentuk talent management yang dimana dapat membantu talent-talent di Bali yang ingin menjadi kreator dan bisa berkarir hingga go nasional. Selain itu, Ia juga akan lebih berfokus pada pembuatan konten di Tiktok, terlebih saat ini Tiktok memiliki impact yang besar dan juga income yang juga tidak kecil.



Simak Video "Intip Keseruan Festival 'Serunya Indonesia' dari TikTok"
[Gambas:Video 20detik]
(kws/kws)