Bali Masuk 10 Besar Provinsi dengan Kasus HIV Terbanyak di RI

Bali Masuk 10 Besar Provinsi dengan Kasus HIV Terbanyak di RI

Tim detikHealth - detikBali
Minggu, 28 Agu 2022 10:17 WIB
Laboratory Request, Hiv Test, Hiv Positive
Ilustrasi HIV. Foto: iStock

Gejala awal HIV bisa terasa seperti kasus flu atau COVID-19 yang parah, namun biasanya terjadi beberapa minggu setelah infeksi. Pada banyak orang, tanda dan gejala awal HIV termasuk:

  • Demam
  • Sakit kepala
  • Kelelahan
  • Pembengkakan kelenjar getah bening
  • Ruam
  • Nyeri sendi atau otot
  • Sakit tenggorokan

Fase awal HIV akut ini adalah respons alami tubuh terhadap infeksi HIV. Gejala biasanya hilang dalam satu sampai empat minggu, oleh karena itu sering disalahartikan sebagai kasus flu.

Infeksi virus ini memang tak akan langsung merusak organ tubuh. Sebab, virus tersebut perlahan berkembang biak dan menyerang sistem kekebalan tubuh, hingga melemahkannya secara bertahap. Fase ini bisa disebut sebagai gejala latensi klinis. Seseorang yang terinfeksi HIV pada tahap ini mungkin merasa sehat dan terlihat baik-baik saja.


Apabila tidak ditangani dengan sejumlah perawatan yang tepat, HIV bisa berkembang menjadi kondisi kronis yang berpotensi mengancam nyawa, yaitu Acquired immunodeficiency syndrome (AIDS). AIDS sendiri merupakan perkembangan dari infeksi HIV stadium 3.

Adapun pengidapnya akan merasakan gejala, seperti:

  • Mual
  • Muntah
  • Diare persisten
  • Kelelahan kronis
  • Penurunan berat badan yang cepat
  • Batuk
  • Sesak napas
  • Demam berulang, menggigil, dan berkeringat di malam hari
  • Ruam, luka, atau lesi di mulut atau hidung, pada alat kelamin, atau di bawah kulit
  • Pembengkakan kelenjar getah bening yang berkepanjangan di ketiak, selangkangan, atau Leher
  • Kehilangan memori, kebingungan, atau gangguan neurologis


Simak Video "Saran Epidemiolog pada Pemda Terkait Penanggulangan AIDS"
[Gambas:Video 20detik]

(nor/nor)