Driver-Pengguna Ojol di Denpasar Tanggapi Kenaikan Tarif

Ni Made Lastri Karsiani Putri - detikBali
Jumat, 12 Agu 2022 09:55 WIB
Kamilus Nio, salah seorang driver ojol Grab ketika ditemui detikBali di Jalan Pakerisan, Denpasar, Bali, Kamis (11/8/2022).
Kamilus Nio, salah seorang driver ojol Grab ketika ditemui detikBali di Jalan Pakerisan, Denpasar, Bali, Kamis (11/8/2022). Foto: Ni Made Lastri Karsiani Putri-detikBali
Bali -

Pemerintah menaikkan tarif ojek online (ojol) yang akan berlaku efektif pada 14 Agustus 2022. Kebijakan ini mendapat respons beragam dari para driver maupun pengguna ojol, di Kota Denpasar, Bali.

Seperti salah satunya driver Gojek Gede Adi (30). Ia telah menjadi driver ojol selama empat tahun dan rata-rata dalam satu hari meraih pendapatan sekitar Rp 100 ribuan.

Ia mengaku sudah mengetahui informasi kenaikan tarif tersebut melalui sosial media. Menyikapi informasi tersebut, ia hanya bisa pasrah menerima mengingat keputusan tersebut telah ditetapkan pemerintah.


"Mau bagaimana lagi, karena yang punya peraturan kan mereka. Tapi, kalau memang harganya naik dan potongan untuk driver juga enggak naik, ya enggak masalah. Asal jangan sampai harga naik, tapi potongan ke kami juga ikut naik. Selama ini saya dapat bersihnya Rp7.200 per kilometer dan perusahaan biasanya motong bisa sampai 30 persen," ungkapnya ketika ditemui detikBali di Jalan Pakerisan, Denpasar, Bali, Kamis (11/8/2022).

Sementara itu, driver ojol Grab, Kamilus Nio mengatakan hingga kini belum mendengar informasi apapun terkait kenaikan tarif tersebut. "Belum pernah dengar. Biasanya kalau ada informasi apapun di aplikasi itu ada notifikasi, tapi ini sampai sekarang belum ada notifikasi yang masuk," tuturnya.

Menurutnya, jika memang kebijakan tersebut benar-benar berlaku, tak akan berpengaruh signifikan pada profesinya. Pasalnya, kenaikan tarif semacam ini sudah pernah terjadi.

"Awal-awal Grab masuk ke Bali, kan juga pernah ada harga yang naik seperti ini. Tapi, saya lihat orang-orang tidak terlalu terpengaruh, karena saya yakin juga kalau mereka butuh pasti akan tetap cari jasa kami," tuturnya.

detikBali juga berkesempatan bertemu salah satu pengguna jasa ojol, yakni Putu Kinara (22). Terkait kebijakan baru tersebut, dirinya mengaku tak setuju.

"Kalau bisa tetap ada promo, jadi terasa harganya tetap sama ya gak kenapa, tapi, kalau tarif naik dan tanpa promo, rasanya berpikir panjang buat pakai jasa ojol. Kalau peraturannya tetap seperti itu, mungkin saya lihat situasi saja, kalau gak ada pilihan, ya mau tidak mau pakai ojol," tuturnya.

Diakui Putu Kinara, menggunakan jasa ojol telah menjadi kebiasaannya sehari-hari, khususnya dalam pengiriman makanan atau bepergian. Dalam seminggu, ia bisa menggunakan jasa ojol untuk pengiriman makanan sebanyak lebih dari satu kali.

Untuk diketahui, kenaikan tarif ojol tersebut tercantum dalam Keputusan Menteri Perhubungan Nomor KP 564 Tahun 2022, yang menggantikan aturan sebelumnya yaitu KM Nomor KP 348 Tahun 2019. Ke depannya, aturan tersebut akan menjadi acuan sementara bagi penetapan batas tarif atas dan tarif bawah ojek online.

Bali sendiri masuk dalam zona I, di mana rincian tarif ojol terbaru berdasarkan zonasi yang ditetapkan Kemenhub, di antaranya biaya jasa batas bawah Rp 1.850/km, biaya jasa batas atas Rp 2.300/km, dan biaya jasa minimal untuk 5 km pertama, yakni Rp 9.250 sampai Rp 11.500 (sebelumnya Rp 7.000-10.000).



Simak Video "Besok Tarif Ojol Naik, Ini Daftar Tarif Baru"
[Gambas:Video 20detik]
(irb/iws)