Sejarah-Tema Peringatan Hari Masyarakat Adat Internasional 2022

Tim detikJatim - detikBali
Kamis, 11 Agu 2022 02:30 WIB
Ratusan penganut kejawen melakukan laku lampah di makam Bonokeling di Desa Pakuncen, Kecamatan Jatilawang, Banyumas. Kegiatan ini jadi penanda menyambut Ramadan.
Foto: Laku Lampah Masyarakat Adat Bonokeling Sambut Bulan Ramadan (arbi anugrah)
Bali -

Setiap tanggal 9 Agustus diperingati sebagai Hari Masyarakat Adat Internasional. Berikut penjelasannya yang telah dirangkum detikBali.

Setiap 9 Agustus rutin diperingati sebagai Hari Masyarakat Adat Internasional atau International Day of the World's Indigenous Peoples. Peringatan ini tak terlepas dari bentuk menghormati dan melestarikan adat yang telah turun-temurun di seluruh dunia.

Dilansir dari situs Perpustakaan Nasional Republik Indonesia, Hari Masyarakat Adat ditetapkan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) melalui Resolusi 49/214 pada 23 Desember 1994.


Sementara itu, situs resmi PBB menuliskan bahwa masyarakat adat adalah pewaris dan praktisi budaya yang berkaitan dengan kehidupan masyarakat dan lingkungan. Kesehatan dan kesejahteraan masyarakat adat umumnya lebih luas dan lebih berkarakter karena ditentukan oleh keadaan lingkungan tempat tinggal.

Bahkan, Deklarasi Perserikatan Bangsa-Bangsa tentang Hak-Hak Masyarakat Adat dalam Pasal 24 mengakui hak masyarakat adat atas obat-obatan tradisional mereka sendiri. Tujuannya mempertahankan praktek kesehatan dan layanan kesehatan di lingkungan masyarakat adat tanpa diskriminasi.

PBB juga mendata, diperkirakan ada 476 juta masyarakat adat di dunia yang tinggal di 90 negara. Mereka membentuk kurang dari 5 persen dari populasi dunia, tetapi menyumbang 15 persen dari yang termiskin. Sebagian dari masyarakat adat dari 5.000 budaya yang berbeda menyumbang sekitar 7.000 bahasa di dunia.

Tema Hari Internasional Masyarakat Adat Internasional Tahun 2022

Situs Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) menuliskan bahwa Hari Internasional Masyarakat Adat Internasional Tahun 2022 mengambil tema Peran Perempuan Adat dalam Merawat dan Mentransmisikan Pengetahuan Tradisional. Tema ini merupakan penegasan pengakuan dunia internasional terhadap peran Perempuan Adat dalam menjaga Ibu Bumi sekaligus merefleksikan posisi sentral Perempuan Adat dalam memastikan eksistensi dan keberlanjutan pengetahuan tradisional lintas generasi.

Posisi dan peran perempuan adat dianggap penting. Sebabnya, dalam diskursus dan kebijakan perubahan iklim, dunia internasional menegaskan pentingnya kesetaraan pelibatan perempuan dan laki-laki dalam kebijakan iklim yang berkeadilan dan responsif gender.

Peran Perempuan Adat juga dianggap sangat esensial. Perempuan adat dibekali dan mempraktikkan secara teguh pengetahuan tradisional secara turun-temurun dalam pengelolaan sumber daya alam, merawat lingkungan, hutan, pertanian dan mata pencaharian untuk menjaga ketahanan hidup Masyarakat Adat di atas wilayah adatnya.

Tema ini juga menyorot beberapa isu yang masih disorot. Seperti keterbatasan akses kesehatan, pekerjaan, kekerasan seksual, kemiskinan, dan pendidikan.

Sejarah Hari Internasional Masyarakat Adat Internasional

Asal Usul Hari Masyarakat Adat Internasional tentunya yang diperingati setiap tanggal 9 Agustus dijelaskan di laman UNESCO. Berikut penjelasannya.

Pada tanggal 23 Desember 1994, Majelis Umum PBB menetapkan bahwa Hari Masyarakat Adat Internasional diperingati pada tanggal 9 Agustus setiap tahunnya. Tanggal 9 Agustus itu menandai hari pertemuan pertama dari Kelompok Kerja PBB pada tahun 1982. Pada saat itu, mereka membahas tentang Populasi Adat dari Sub-Komisi Tentang Promosi dan Perlindungan Hak Asasi Manusia.

"Ditandai setiap tahun pada tanggal 9 Agustus, Hari Internasional Masyarakat Adat Dunia adalah kesempatan untuk merayakan komunitas ini dan pengetahuan mereka." kata Direktur Jenderal UNESCO Audrey Azoulay, dikutip dari laman UNESCO, (9/8/2021).

Demikian informasi tentang Hari Masyarakat Adat Internasional. Semoga info ini bermanfaat ya!



Simak Video "Kemeriahan Kirab Budaya dengan Mengusung Ikon Relief Candi Borobudur"
[Gambas:Video 20detik]
(kws/kws)