Viral Tebing di Jimbaran Dipangkas, Pemilik Sebut untuk Tangkal Abrasi

Triwidiyanti - detikBali
Selasa, 09 Agu 2022 19:21 WIB
Lokasi tebing di Jimbaran yang diduga dipangkas dan viral di media sosial
Lokasi tebing di Jimbaran yang diduga dipangkas dan viral di media sosial. (Foto: Triwidiyanti)
Denpasar -

Aktivitas proyek pengurukan laut dan pemangkasan tebing di Jimbaran, Kuta Selatan, Badung viral di media sosial.

Viralnya video pengurukan langsung diklarifikasi pemilik lahan, Sambari. Pemilik
lahan kepada detikBali membantah tudingan aktivitas pengurukan laut sebagaimana viral di media sosial.

"Kami kan punya tebing karena kami bangunnya terasering air atau tanah tidak tergerus. Tadinya sudah abrasi karena tanah kita sudah terkikis beberapa meter," jelas Sambari.


Selain itu, Sambari juga membantah akan membangun hotel di bawah tebing.

"Bukan, itu kan pengaman saja hotelnya kan di sebelahnya. Revetment itu kan ditembok saja untuk pengaman. Saya memang tanggung jawab, silakan ibu cek ke sana apa tujuannya karena ini salah informasi," tandasnya.

Menurutnya, proyek yang sedang dikerjakan saat ini memang merapikan tebing dan karena ia orang hukum (lawyer) maka menurutnya tidak mungkin ia melanggar hukum.

"Tebing itu tanah saya, saya rapikan supaya tanah kita tidak abrasi kita bikinkan penahan istilahnya revetment tanggulah. Saya pemilik dan kuasa hukumnya, masak 4 meter tebing itu seberapa batasannya. Tanah saya saya bangun agar tidak abrasi," ucapnya emosi.

Ia kembali menegaskan bahwa luas tebing paling kurang hanya 4 meter.

"Apanya yang di pangkas tebing itu paling berapa meter," tegas Sambari lagi.

Pihaknya mengakui untuk berencana membangun hotel karena itulah dibuat pengaman pantai.

"Iya rencana di atas akan di bangun vila dan depannya hotel kecil. Jadi saya tidak akan melanggar hukum orang praktisi hukum kok melanggar hukum," dalihnya.

Dan kini pasca pihaknya diserang melakukan aktivitas pemangkasan dan pengurukan aktivitas pekerja untuk sementara dihentikan.

Pantauan di lokasi, tidak tampak pekerja satu orang pun. Sedangkan di lokasi hanya terlihar ada dua alat berat berada di bawah tebing.

"Sementara dihentikan karena dibilang itu pengurugan saya akan laporkan balik ini saya sudah punya izin paling itu LSM yang serang," pungkas Sambari.

Sementara dikonfirmasi terpisah, Lurah Jimbaran I Wayan Kardiasa mengaku bukan ranahnya untuk berbicara.

Kardiasa kemudian memberikan sejumlah informasi bahwa di lokasi tersebut akan dibangun pengaman pantai oleh PT Step Up Solusi Indonesia dengan termohon Harris Pranata Jaya selaku direktur PT Step Up Solusi Indonesia.

Dalam surat tersebut, imbuh Kardiasa, izin sudah diterbitkan oleh Direktorat Jenderal Sumber Daya Air Balai Wilayah Sungai Bali-Penida No: SA.01.03-Bws15/728 tanggal 29 Juli 2022 perihal rekomendasi teknis dalam rangka permohonan izin penggunaan sumber daya air untuk kegiatan pembangunan pengaman pantai di Pantai Jimbaran, Kuta Selatan Badung.



Simak Video "Aksi 'Spiderman' Indonesia Kiromal Katibin Saat Pecahkan Rekor Dunia"
[Gambas:Video 20detik]
(dpra/dpra)