Pemerintah Beri Izin Harga Tiket Pesawat Naik

tim detikFinance - detikBali
Minggu, 07 Agu 2022 15:17 WIB
Bali -

Pemerintah memberi izin kepada maskapai untuk menaikkan harga tiket pesawat. Dalam hal ini Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mengizinkan maskapai mengenakan biaya tambahan (surcharge) paling tinggi 15% dari batas atas untuk pesawat jet, dan paling tinggi 25% dari batas untuk pesawat udara jenis propeller atau baling-baling.

Kebijakan ini tertuang dalam KM 142 Tahun 2022 tentang Besaran Biaya Tambahan (Surcharge) yang Disebabkan Adanya Fluktuasi Bahan Bakar (Fuel Surcharge) Tarif Penumpang Pelayanan Kelas Ekonomi Angkutan Udara Niaga Berjadwal Dalam Negeri yang mulai berlaku mulai 4 Agustus 2022.

Penerapannya bersifat pilihan (optional) bagi maskapai atau tidak bersifat mandatory. Kemenhub akan melakukan evaluasi penerapan biaya tambahan ini sekurang-kurangnya setiap tiga bulan.


"Sebagai regulator, kami perlu menetapkan kebijakan ini agar maskapai mempunyai pedoman dalam menerapkan tarif penumpang," Plt Direktur Jenderal Perhubungan Udara Nur Isnin Istiartono dalam keterangannya, Minggu (7/8/2022), seperti dilansir dari detikFinance.

Namun, ia mengimbau seluruh Badan Usaha Angkutan Udara atau maskapai yang melayani rute penerbangan dalam negeri untuk menerapkan tarif penumpang yang lebih terjangkau. Penerapan tarif penumpang yang terjangkau ini, sebutnya, dapat menjaga konektivitas antar wilayah di Indonesia dan kontinuitas pelayanan jasa transportasi udara.

"Seperti kita ketahui, kemampuan daya beli masyarakat belum pulih akibat pandemi COVID-19, namun kebutuhan masyarakat akan transportasi udara tetap harus diperhatikan," ucap Nur Isnin.

Ditjen Perhubungan Udara disebut berupaya mengakomodir kepentingan semua pihak yang bertujuan memberikan perlindungan konsumen dan menjaga keberlangsungan usaha yang sehat.

"Mari bersama-sama saling berkontribusi dan berkolaborasi dalam pemulihan transportasi udara. Khususnya kepada maskapai, agar patuh terhadap ketentuan tarif yang berlaku dan tetap menjaga kualitas pelayanan yang diberikan sesuai kelompok pelayanan masing-masing," terangnya.

Untuk diketahui, besaran biaya tambahan tersebut lebih tinggi dari kebijakan sebelumnya. Sebelumnya, pesawat udara jenis jet dapat menerapkan maksimal 10% dari tarif batas atas sesuai kelompok pelayanan masing-masing Badan Usaha Angkutan Udara. Sedangkan, pesawat udara jenis propeller dapat menerapkan maksimal 20% dari tarif batas atas sesuai kelompok pelayanan masing-masing Badan Usaha Angkutan Udara.

(irb/irb)