Karangasem Kekurangan 1.050 Guru SD dan SMP

I Wayan Selamat Juniasa - detikBali
Selasa, 02 Agu 2022 16:01 WIB
Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Karangasem I Wayan Sutrisna
Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Karangasem I Wayan Sutrisna. Foto: I Wayan Selamat Juniasa
Karangasem -

Kabupaten Karangasem masih kekurangan sekitar 1.050 guru SD dan SMP. Untuk SD masih kurang sekitar 475 orang yang lebih didominasi oleh guru kelas. Sedangkan SMP masih kurang sekitar 575 orang guru mata pelajaran seperti TIK, BK, IPA dan yang lainnya.

Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Karangasem I Wayan Sutrisna mengatakan bahwa sampai saat ini Kabupaten Karangasem masih kekurangan guru SD dan SMP. Kekurangan tersebut tersebar di semua Kecamatan. Karena Kabupaten Karangasem memiliki sebanyak 356 SD baik negeri dan swasta serta 48 SMP.

"Sebenarnya di tahun 2021 yang lalu kita sudah ada perekrutan PPPK tapi yang direkrut tersebut adalah mereka yang sebelumnya sudah bekerja sebagai guru kontrak atau honorer sehingga kita masih tetap kekurangan guru," kata Sutrisna saat ditemui di sela-sela memberikan pengarahan terhadap peserta Paskibraka di Lapangan Tanah Aron, Amlapura, Selasa (2/8/2022).


Sutrisna mengatakan terkait dengan kekurangan guru tersebut, ke depannya pemerintah pusat diharapkan dapat memberikan ruang gerak di rekrutmen PPPK tahap 3 kepada tamatan perguruan tinggi khususnya lulusan bidang pendidikan. Supaya diberikan peluang untuk mengabdi di sekolah-sekolah yang masih kekurangan guru.

"Karena selama ini, mereka tidak diberikan kesempatan akibat terkunci oleh aplikasi Dapodik. Karena mereka belum resmi. Di samping itu juga karena ada aturan minimal yang menandatangani itu adalah eselon II. Sedangkan kita sesuai aturan tidak boleh mengangkat seperti itu. Sehingga itu masih menjadi kendala kita terkait kekurangan guru," kata Sutrisna.

Selain itu, Sutrisna juga mengatakan bahwa saat ini pihaknya masih melakukan kajian terkait dengan adanya beberapa SD yang cenderung terus mendapat siswa di bawah 10 orang. Bahkan beberapa SD ada yang hanya dapat siswa di bawah 5 orang. Jika hal tersebut terus terjadi setiap tahunnya, pihaknya berencana akan melakukan regrouping terutama yang jarak sekolahnya berdekatan.

"Dengan digabungkannya dua atau lebih sekolah, itu juga menjadi salah satu solusi kita di Karangasem terkait kekurangan guru. Tapi semua itu masih dalam tahap kajian karena butuh beberapa tahapan," ungkap Sutrisna.

"Selain itu, nanti kita juga berencana memanggil ketua komite, kepala lingkungan, orang tua siswa dan yang lainnya terkait dengan rencana regrouping ini apakah disetujui atau tidak karena mereka semua juga punya kepentingan," tambahnya.



Simak Video "Rekonstruksi Awal Kasus Guru Agama Cabuli Siswi SMP di Batang"
[Gambas:Video 20detik]
(nor/irb)