Kata Hotman Paris soal Nasib 3.000 Karyawan Holywings

Kata Hotman Paris soal Nasib 3.000 Karyawan Holywings

tim detikNews - detikBali
Sabtu, 16 Jul 2022 05:28 WIB
Hotman Paris laporkan Iqlima Kim.
Hotman Paris. Foto: Hanif/detikHOT
Bali -

Hotman Paris berbicara nasib 3.000 karyawan Holywings usai dilarang beroperasi karena izin usaha dicabut pemerintah. Ia mengaku Holywings bertanggung jawab terhadap ribuan orang yang bergantung pada bisnis tersebut.

"Pokoknya sampai sekarang kami tangani dengan baik. Perinciannya saya nggak bisa kasih detil, tapi itu memang itu terberat bagi kami dan mereka," ujar Hotman Paris, Jumat (15/7/2022), dilansir dari detikNews.

Hal ini diungkap salah satu pemegang saham Holywings tersebut, saat bertemu Menteri Investasi Bahlil Lahadalia. Pertemuan itu membahas kelanjutan nasib Holywings usai Pemprov DKI Jakarta mencabut izin usahanya.


Hotman Paris mengatakan, pihaknya masih menunggu keputusan dari pemerintah, apakah Holywings bisa kembali beroperasi atau tidak. Karena hingga saat ini gerai Holywings di Jakarta masih tutup.

"Kami menunggu apa keputusan yang terbaik dari pemerintah. Sekarang masih tutup," katanya.

Terkait perubahan nama Holywings jika kembali diperbolehkan beroperasi, Hotman Paris menegaskan pihaknya masih menunggu keputusan pemerintah karena selama ini selalu taat dan kooperatif. Ia pun enggan menjawab terkait perubahan konsep dan nama tersebut.

"Kami masih tunggu. Tadi sudah disebutkan akan ada koordinasi antara BKPM dan Pemprov DKI, kami tunggu saja. Kami selama ini kan taat aturan, kami tunggu. Seorang Hotman Paris yang pengacara, yang biasanya bersih kan sabar menunggu," katanya.

Kelanjutan Izin Usaha Holywings Akan Dibahas

Dalam kesempatan tersebut, Menteri Investasi Bahlil Lahadalia meninjau salah satu gerai Holywings di Gunawarman, Jakarta Selatan, untuk mendengar langsung duduk perkara kasus Holywings hingga munculnya pencabutan izin usaha tersebut. Ia datang bersama sejumlah instansi terkait dari Pemprov DKI.

"Kami hari ini rapat koordinasi untuk mengecek langsung ke lapangan untuk melihat secara fair apa sesungguhnya yang terjadi," katanya.

Dikatakan Bahlil, pihak Holywings mengakui adanya sejumlah persyaratan perizinan yang belum dipenuhi. Terkait promo miras bagi nama Muhammad dan Maria, lanjutnya, pihak Holywings mengakui kesalahan itu dan telah mengikuti proses hukum yang berlaku.

"Tadi kami sudah bicara secara objektif dengan teman-teman dari pelaku usaha juga, mereka mengakui bahwa ada beberapa izin yang belum terselesaikan," katanya.

"Mereka mengakui bahwa ada kejadian yang meresahkan dari cara kreativitas promosi yang sudah teman-teman tahu itu, dan mereka juga sudah mengakui bahwa proses hukum tetap jalan," katanya.

Bahlil menyebut akan melakukan rapat terlebih dahulu sebelum membahas kelanjutan nasib usaha dari Holywings. "Menyangkut dengan persoalan izin, hari ini saya baru belanja masalah. Saya akan melakukan koordinasi teknis, rapat lagi dengan Pemda DKI untuk mencari apa solusi terbaiknya," katanya.

Meski mendukung proses hukum kepada manajemen Holywings, Bahlil mengatakan harus mempertimbangkan faktor lapangan kerja dari penutupan izin Holywings. "Ini bukan hanya persoalan bagaimana satu sisi kita menutup, tapi juga ada hal lain yang harus dipikirkan bersama terkait dengan lapangan pekerjaan. Dampak dari penutupan ini ada sekitar 3.000 lebih lapangan pekerjaan di luar itu ada UMKM juga yang harus pikirkan," katanya.

"Tapi kami bersepakat baik dari Pemda DKI, kami dari Kementerian Investasi maupun teman-teman dari Holywings, bersepakat bahwa aturan harus ditegakkan. Tidak boleh main-main terhadap aturan," tambahnya.



Simak Video "Penjelasan Satpol PP DKI soal Penyegelan 12 Outlet Holywings"
[Gambas:Video 20detik]
(irb/irb)