Kadiv Propam Ferdy Sambo Menangis di Pelukan Kapolda Metro Jaya

tim detikSulsel - detikBali
Kamis, 14 Jul 2022 17:45 WIB
Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran temui Kadiv Propam Polri Irjen Ferdy Sambo
Foto: Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran temui Kadiv Propam Polri Irjen Ferdy Sambo. (Foto: Dok. Istimewa)
Bali -

Kadiv Propam Polri Irjen Ferdy Sambo tak kuasa menahan air mata saat bertemu Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran. Kapolda memeluk dan mencium kening Irjen Ferdy Sambo untuk memberikan dukungan serta kekuatan.

Fadil Imran menemui Ferdy Sambo di ruangannya di Mabes Polri pada Rabu (13/7/2022) malam. Dalam video yang diterima detikcom, Ferdy Sambo terlihat menangis di pelukan Fadil Imran.

Kapolda juga tampak menepuk pundak Ferdy Sambo. Ia pun kemudian mengelus kepala dan mencium kening Kadiv Propam. Fadil Imran mengaku datang untuk memberikan dukungan kepada Ferdy Sambo agar kuat menghadapi cobaan.


"Saya memberikan support pada adik saya, Sambo, agar tegar menghadapi cobaan ini," kata Fadil, seperti dilansir dari detikSulsel, Kamis (14/7/2022).

Menurut Fadil Imran, masalah yang tengah dihadapi Ferdy Sambo sangat berat dan bisa menimpa siapa saja. "Ini tidak mudah dan dapat menimpa siapa saja," ujar Fadil.

Irjen Ferdy Sambo terseret dalam insiden penembakan yang menewaskan Brigadir Yoshua di rumah dinas Ferdy Sambo di kawasan Duren Tiga, Jakarta Selatan (Jaksel), pada Jumat (8/7/2022) pukul 17.00 WIB.

Brigadir Yoshu yang diketahui merupakan sopir dinas istri Kadiv Propam tewas dalam baku tembak yang melibatkan Bharada E, anggota Brimob yang bertugas sebagai pengawal Kadiv Propam. Insiden itu diduga dipicu Brigadir Yoshua melecehkan istri Ferdy Sambo.

Kapolri Bentuk Tim Khusus

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo telah membentuk tim khusus untuk mengusut peristiwa baku tembak tersebut, dipimpin Wakapolri Komjen Gatot Eddy Pramono. Anggota tim khusus terdiri dari Wakapolri, Irwasum, Kabareskrim, Kabik (Kabaintelkam), As SDM, Provos, dan Paminal.

"Oleh karena itu, saya telah membentuk tim khusus," kata Jenderal Sigit di Mabes Polri, Selasa (12/7/2022) kemarin.

Komnas HAM dan Kompolnas turut disertakan dalam tim khusus itu. Dia memastikan proses penyelidikan, penyidikan, hingga temuan terkait kasus itu akan disampaikan transparan dan periodik sehingga menjawab keraguan publik.

Jenderal Sigit mengatakan, proses pengusutan kasus dilakukan secara objektif dan transparan. Dia juga memastikan penyelidikan dan penyidikan kasus tetap menjunjung HAM dan undang-undang.



Simak Video "Sederet Misteri Kematian Brigadir J di Kasus Polisi Tembak Polisi"
[Gambas:Video 20detik]
(irb/irb)