Cuaca Ekstrem Selat Bali Diprediksi Tiga Bulan ke Depan

I Ketut Suardika - detikBali
Senin, 27 Jun 2022 23:16 WIB
Situasi di Selat Bali di Pelabuhan Gilimanuk, Senin (27/5/2022)
Situasi di Selat Bali di Pelabuhan Gilimanuk, Senin (27/5/2022). Foto: I Ketut Suardika
Jembrana -

Angin kencang, arus dan gelombang tinggi terjadi di Selat Bali. Kondisi cuaca ekstrem tersebut diprediksi terjadi hingga bulan Agustus dan September mendatang. Koordinator Satuan Pelaksana (Korsatpel) Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Pelabuhan Gilimanuk I Nyoman Sastrawan menyampaikan, mengenai lintas Ketapang-Gilimanuk pada bulan-bulan ini memang sedikit ekstrem.

"Jadi kami menghimbau kepada kapal-kapal yang melintasi lintasan Ketapang-Gilimanuk agar waspada terkait dengan situasi keadaan saat ini," jelasnya.

Menurutnya, memasuki Juni, Juli, Agustus, dan September itu cuaca di Selat Bali memang agak sedikit buruk. Sehingga, kendaraan yang akan menyeberang dilashing atau diikat agar kendaraan tidak roboh ketika terjadi gelombang tinggi. "Karena itu kita selalu menghimbau agar kendaraan yang ada di kapal selalu dilashing," terangnya.


Sastrawan begitu juga kepada kepala cabang atau perusahaan kapal agar mengoperasikan kapal yang memang layak berlayar. "Jika kapalnya tidak sehat agar jangan mengoperasikan jangan dipaksakan," tegasnya.

Selama cuaca ekstrem beberapa hari terakhir ini, BPTD Pelabuhan Gilimanuk mencatat, selama seminggu ini telah dilakukan sekali penutupan pelabuhan akibat cuaca buruk di Selat Bali.

Apabila terjadi cuaca buruk, BPTD Pelabuhan Gilimanuk juga akan melakukan sistem buka tutup pelabuhan. Pihaknya juga selalu mendapat informasi dari BMKG setiap jam mengenai kondisi cuaca selat Bali, agar jika ada cuaca buruk di selat Bali diwaspadai demi keselamatan para penumpang dan crew kapal.

Terpisah, Kepala Stasiun Klimatologi BMKG Jembrana Aminudin Al Roniri menyampaikan, mengenai Selat Bali, karena secara geografis selat maka cuacanya lokal sekali. "Kadang susah diprediksi oleh Denpasar sana," jelasnya.

Sehingga perlu hati-hati, jika cuaca sekitarnya tinggi, bisa jadi Selat Bali lebih tinggi lagi. Karena lautnya sempit, angin lebih kencang lagi. "Agar selalu memperhatikan informasi dari BMKG," tutupnya



Simak Video "Ngeri! 1.000 Orang Tewas Akibat Gelombang Panas di Portugal"
[Gambas:Video 20detik]
(nor/nor)