Sakral dan Meriahnya Upacara Pangrebongan Desa Kesiman

Ni Made Lastri Karsiani Putri - detikBali
Minggu, 26 Jun 2022 20:33 WIB
Suasana di areal Pura Agung Petilan, Desa Adat Kesiman, Denpasar, Bali, Minggu (26/6/2022).
Suasana di areal Pura Agung Petilan, Desa Adat Kesiman, Denpasar, Bali, Minggu (26/6/2022). Foto: Ni Made Lastri Karsiani Putri-detikBali
Denpasar -

Upacara Pangrebongan Desa Kesiman Petilan pada Minggu (26/6/2022), kental akan suasana sakral sekaligus meriah. Tampak 32 penjor berjajar indah di kawasan Pura Agung Petilan, Desa Adat Kesiman, Denpasar, Bali.

Bendesa Adat Kesiman, I Ketut Wisna kepada detikBali menjelaskan, upacara Pangrebongan Desa Kesiman Petilan telah dimulai sejak 1825. Tradisi ini telah menjadi warisan budaya tak benda yang ditetapkan Kementerian Kebudayaan pada tahun 2018.

"Untuk tata acara pelaksanaan Pangrebongan kali ini tetap sama seperti sebelumnya, tapi ada beberapa hal yang harus disiapkan oleh Desa Adat Kesiman untuk mengantisipasi antusias masyarakat yang datang," katanya.


Menurutnya, upacara Pangrebongan dari tahun ke tahun selalu menjadi upacara yang dinanti-nantikan masyarakat dari dalam maupun luar Desa Adat Kesiman. Bahkan, Ketut Wisna menyebut upacara ini sebagai pesta rakyat.

"Kalau zaman sekarang kita nyebutnya semacam pesta rakyat. Selain memang acara utama di dalam pura, nanti akan ada kuliner-kuliner khas dari krama, malamnya juga akan ada malam kesenian," jelasnya.

Suasana di areal Pura Agung Petilan, Desa Adat Kesiman, Denpasar, Bali, Minggu (26/6/2022).Suasana di areal Pura Agung Petilan, Desa Adat Kesiman, Denpasar, Bali, Minggu (26/6/2022). Foto: Ni Made Lastri Karsiani Putri-detikBali

Sementara itu, Kapolsek Denpasar Timur Kompol I Nengah Sudiarta, mengatakan pihaknya menurunkan kurang lebih 20 personel guna mengantisipasi hal-hal yang tak diinginkan. "Kami selalu bekerjasama dengan Pecalang dan Sipandu Beradat dalam pengamanan, baik jalur lalu lintas maupun lokasi upacara. Kami juga tetap mengimbau masyarakat melalui Pecalang maupun aparat desa adat untuk tetap bersama-sama menjaga protokol kesehatan," ucapnya.

Menurutnya, meskipun kini kasus COVID-19 telah melandai, namun pihaknya berharap masyarakat tak abai terhadap protokol kesehatan, seperti salah satunya dengan disiplin menggunakan masker. Sementara itu, terkait penutupan beberapa ruas jalan imbas dari upacara Pangrebongan ini, kata Kompol I Nengah Sudiarta, kurang lebih akan berlangsung hingga pukul 21.00 Wita.

"Bagi pengguna jalan bisa memahaminya, karena memang pemedek atau umat yang hari ini datang cukup ramai, sehingga tidak memungkinkan kami untuk membuka jalan," tambahnya.



Simak Video "Gegara Narkoba, Pria Ini Terpaksa Menikah di Kantor Polisi"
[Gambas:Video 20detik]
(irb/irb)