Respon Warga Tabanan Soal Larangan Pemotor Pakai Sandal Jepit

Respon Warga Tabanan Soal Larangan Pemotor Pakai Sandal Jepit

Chairul Amri Simabur - detikBali
Sabtu, 18 Jun 2022 21:05 WIB
Operasi Patuh Agung 2022 yang dilaksanakan Satlantas Polres Tabanan.
Operasi Patuh Agung 2022 yang dilaksanakan Satlantas Polres Tabanan. Foto: Polres Tabanan
Tabanan -

Warga Tabanan merespon adanya larangan menggunakan sandal jepit saat mengendarai sepeda motor. Apalagi sempat beredar hoax penggunaan sandal jepit saat mengendarai motor akan dikenakan tilang. Salah satunya Wahyudi (36) yang mengaku merasa aneh dengan adanya larangan tersebut.

"Iya dengar. Katanya tidak boleh. Tapi tidak sampai ditilang," ungkap pedagang toko kelontong di Desa Dauh Peken, Kecamatan Tabanan itu.

Ia mengaku sehari-hari biasa menggunakan sandal jepit waktu berjualan. Begitu juga saat akan membeli barang untuk dijual di tokonya lagi.


"Masak mau kulakan (belanja barang) pakai sepatu. Sudah biasa pakai sandal. Agak aneh saja rasanya. Tapi infonya tidak sampai ditilang," imbuhnya.

Lain lagi dengan pendapat Febi Tama (37). Pedagang di Pasar Umum Tabanan ini mengaku tidak keberatan dengan larangan menggunakan sandal jepit.

"Setuju-setuju saja kalau memang manfaatnya buat keselamatan. Ya sama seperti pakai helm," katanya.

Namun menurutnya, ada baiknya larangan penggunaan sandal jepit dipertimbangkan dari sisi jarak perjalanan. "Kalau perjalanannya jauh memang sebaiknya pakai sepatu," ujarnya menyarankan.

Sementara itu, Kepala Satuan Lalu Lintas (Kasatlantas) Polres Tabanan, AKP Kanisius Franata menegaskan tidak benar penggunaan sandal jepit saat mengendarai sepeda motor akan ditilang.

"Nggak (ditilang). Cuma himbauan dan teguran saja," tegasnya.

Ia menambahkan, anjuran untuk tidak menggunakan sandal jepit saat mengendarai sepeda motor bertujuan untuk keselamatan berlalu lintas.

"Ya kami hanya mengingatkan saja ke masyarakat agar lebih baik menggunakan sepatu agar kaki terlindungi," jelasnya.

Anjuran ini, sambung Kanisius, juga sedang disosialisasikan pihaknya dalam Operasi Patuh Agung 2022 yang berlangsung dari 13-26 Juni 2022.

Selain menyampaikan informasi itu, pihaknya juga membagikan helm kepada beberapa pengguna kendaraan yang melintas di sekitar jalur Bypass Ir Soekarno hingga jalur Denpasar Gilimanuk di wilayah Kecamatan Selemadeg Barat. "Kami sosialisasikan juga saat Operasi Patuh Agung 2022," pungkasnya. (*)



Simak Video "Imbau Pemotor Tak Pakai Sandal Jepit, Kakorlantas: Bahaya Kalau Jatuh"
[Gambas:Video 20detik]
(nor/nor)