Kadek Yuda Mati Salah Pati di Pantai Kuta, Keluarga Terpukul

Tim detikBali - detikBali
Sabtu, 21 Mei 2022 05:26 WIB
Suasana rumah duka di Banjar Gede Sempidi, Badung Jumat (20/05/2022) malam. Insert foto Kadek Yuda Yudyandika yang menjadi korban terseret arus di Pantai Kuta.
Suasana rumah duka di Banjar Gede Sempidi, Badung Jumat (20/05/2022) malam. Insert foto Kadek Yuda Yudyandika yang menjadi korban terseret arus di Pantai Kuta. (Foto: Kolase/dok. Triwidiyanti)
Badung -

Upacara pengabenan terhadap Kadek Yuda Yudyandika, korban terseret arus di Pantai Kuta, Badung, digelar hari ini, Sabtu (21/5/2022). Kematian Kadek Yuda menurut kepercayaan masyarakat Bali disebut mati salah pati, yakni kematian yang tak diduga-duga serta tidak dikehendaki.

Pengabenan terhadap Kadek Yuda juga dirangkai dengan prosesi nebusin, semacam upaya pemanggilan roh di laut agar tidak gentayangan.

Hal itu diungkapkan oleh paman korban, Jero Mangku Nyoman (52) saat ditemui detikBali di rumah duka di Banjar Gede Sempidi, Badung, Jumat (20/05/2022) malam.


"Kalau di Bali itu ada upacara nebusan yaitu memanggil roh yang ada di laut agar tidak gentayangan," ujarnya.

Berikutnya, pagi hari ini juga akan dilakukan prosesi penyiraman atau pembersihkan mayat. Setelah itu, dilakukan prosesi ngaskara atau penyucian sebelum akhirnya dibawa ke kuburan Setra Ganda Manyu Sempidi.

"Jam 1 dibawa ke kuburan dikremasi, diaben jam 1 siang Wita di Setra Ganda Manyu Sempidi," imbuhnya.

Jero Mangku Nyoman melanjutkan, tiga hari setelah pengabenan disebut ngetelunan. Nantinya, abunya dilarung ke sungai Langon, Sempidi.

Keluarga Terpukul

Diberitakan sebelumnya, Kadek Yuda Yudyandika yang masih berstatus sebagai mahasiswa semester 1 di PPLP jurusan tata boga, menjadi korban terseret arus di Pantai Kuta, Rabu (18/05/2022) sore.

Ketika itu Kadek Yuda bersama enam orang temannya hendak berenang di Pantai Kuta, tepatnya di depan Mamaka. Menurut sang paman, arus saat itu kecil dan pukul 18.00 Wita bendera merah tanda dilarang berenang telah dicabut oleh pihak Balawista.

"Ponakan saya ini nggak tahu kalau bendera itu dicabut. Ya dia berenang padahal arus kecil," beber sang paman.

Nahas, sekitar pukul 18.30 wita korban disedot arus Pantai Kuta dan tidak bisa diselamatkan. Pencarian pun sempat dilakukan hingga ke Tanah Lot dan Tabanan.

Dua hari kemudian yakni sekitar pukul 20.30 Wita, korban akhirnya ditemukan masih di seputar Pantai Kuta dengan keadaan sudah tak bernyawa.

Saat ditemukan Kadek Yuda masih menggunakan celana pendek yang dia kenakan saat terseret arus. Kondisi jasad Kadek saat ditemukan juga masih utuh.

"Keluarga sudah pasrah ditemukan atau tidak. Tapi, kita sudah pakai dukun ya, kalau di Bali itu saya sendiri pemangku. Jadi kita lakukan berbagai upaya," imbuhnya.

Sementara itu, ayah korban bernama I Made Winata (52) mengaku tidak menerima firasat apapun atas kematian Kadek Yuda yang terseret arus di Pantai Kuta.

"Semuanya normal pagi dia seperti biasa bantu ibunya. Orangnya gak nakal, dia suka bantu ibunya rajin dan tidur pun teratur," ucap Made Winata yang berprofesi sebagai sekuriti hotel itu.

Ia merasa terpukul karena anak laki-laki satu-satu yang diharapkan keluarganya meninggal. "Ya dia orang yang saya harapkan karena dia laki-laki satu-satunya dikeluarga saya, jelas saya terpukul," ujarnya lirih. (*)



Simak Video "Pantai Kuta Dibuka Lagi, Pengunjung Wajib Vaksin 2 Kali!"
[Gambas:Video 20detik]
(iws/iws)