detikFinanceSelasa, 02 Nov 2021 15:11 WIB
PCR Dipatok Rp 275 Ribu, Pengusaha Boncos?
Kebijakan pemerintah mematok PCR Rp 275 ribu berpotensi merugikan pengusaha rumah sakit atau penyedia jasa PCR lainnya
detikFinanceSelasa, 02 Nov 2021 15:11 WIB
Kebijakan pemerintah mematok PCR Rp 275 ribu berpotensi merugikan pengusaha rumah sakit atau penyedia jasa PCR lainnya
detikFinanceSelasa, 02 Nov 2021 14:39 WIB
Staf Khusus Menteri BUMN Arya Sinulingga merespons tudingan yang menyebut Menteri BUMN Erick Thohir 'bermain' di tes PCR. Menurutnya, hal tersebut tendesius.
detikNewsSelasa, 02 Nov 2021 13:55 WIB
Pemerintah mewajibkan pelaku perjalanan transportasi darah dengan jarak perjalanan minimal 250 kilometer atau waktu perjalanan 4 jam menunjukkan hasil tes PCR.
detikFinanceSelasa, 02 Nov 2021 12:03 WIB
Reagen untuk tes PCR dari China lebih murah dibanding yang didatangkan Eropa. Bagaimana dengan kualitasnya?
detikNewsSelasa, 02 Nov 2021 11:32 WIB
Awiek menyambut baik dihapusnya syarat tes PCR untuk penumpang pesawat. Meski demikian, Awiek meminta sikap pemerintah tak berubah-ubah.
detikNewsSelasa, 02 Nov 2021 11:30 WIB
Peraturan baru naik pesawat Jawa Bali diterbitkan pemerintah. Kini, penumpang yang sudah divaksin dua kali bisa naik pesawat dengan membawa hasil tes antigen.
detikFinanceSelasa, 02 Nov 2021 11:07 WIB
Pemerintah masih mewajibkan tes RT-PCR bagi penumpang pesawat. Meski begitu, kewajiban ini hanya berlaku bagi calon penumpang yang belum vaksin COVID-19 2 kali.
detikNewsSelasa, 02 Nov 2021 08:43 WIB
Menko PMK Muhadjir mendapat arahan untuk menjadi koordinator penanganan COVID-19 di masa Nataru. Kebijakan PCR pun berubah usai Muhadjir memegang kendali.
detikNewsSelasa, 02 Nov 2021 08:04 WIB
Wakil Ketua Komisi V DPR, Arwani Thomafi mengkritik kebijakan pemerintah yang sering berubah-ubah mengenai syarat PCR atau antigen untuk transportasi.
detikHealthSelasa, 02 Nov 2021 08:01 WIB
Muncul aturan untuk pelaku perjalanan darat berjarak minimal 250 km atau 4 jam perjalanan, di antaranya syarat tes COVID-19. Bakal efektif tangani COVID-19?