
Perintah Prabowo ke Danantara: Komisaris BUMN Dipangkas-Tantiem Dihapus
Presiden Prabowo Subianto meminta Danantara merombak BUMN dengan mengurangi jumlah komisaris dan menghentikan tantiem, untuk meningkatkan kontribusi negara.
Presiden Prabowo Subianto meminta Danantara merombak BUMN dengan mengurangi jumlah komisaris dan menghentikan tantiem, untuk meningkatkan kontribusi negara.
Presiden Prabowo Subianto memerintahkan Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) untuk membereskan BUMN.
Dony Oskaria, COO Danantara, menyatakan pengelolaan BUMN belum optimal, 52% dari 1.064 perusahaan mengalami kerugian hingga Rp 50 triliun per tahun.
Presiden Prabowo Subianto perintahkan Danantara untuk merombak BUMN, fokus pada pengurangan komisaris dan hapus tantiem
Presiden Prabowo menugaskan Danantara untuk merampingkan BUMN dari 1.046 menjadi 228 perusahaan, meningkatkan efisiensi dan daya saing.
Presiden Prabowo Subianto perintahkan Danantara untuk memperbaiki pengelolaan BUMN.
BPI Danantara reformasi kebijakan kompensasi direksi dan komisaris, menghapus bonus tantiem. Fokus pada kinerja dan tata kelola BUMN yang lebih baik.
Danantara memberikan arahan khusus kepada seluruh BUMN non perusahaan terbuka dan anak usaha menunda rapat umum pemegang saham (RUPS).
BPI Danantara, badan baru di bawah Presiden Prabowo akan mengelola BUMN untuk dorong pertumbuhan ekonomi.
Badan Pengelola Investasi Danantara resmi diluncurkan, mengelola semua BUMN.