detikNewsRabu, 02 Mei 2018 13:14 WIB
Pemerintah Bahas Revisi Cuti Lebaran, DPR: Kasihan Rakyat
Wakil Ketua DPR Taufik Kurniawan mengatakan peluang evaluasi cuti bersama ini bisa merugikan masyarakat. Selengkapnya di sini:
detikNewsRabu, 02 Mei 2018 13:14 WIB
Wakil Ketua DPR Taufik Kurniawan mengatakan peluang evaluasi cuti bersama ini bisa merugikan masyarakat. Selengkapnya di sini:
detikFinanceRabu, 02 Mei 2018 08:10 WIB
Sikap kurang tegas pemerintah nampaknya bakal berbuntut panjang, terutama bagi masyarakat yang sudah memesan tiket mudik Lebaran 2018 jauh-jauh hari.
detikFinanceSenin, 30 Apr 2018 17:25 WIB
Menhub Budi Karya menegaskan dirinya tetap konsisten memilih untuk melanjutkan keputusan tambahan cuti libur bersama Hari Raya Lebaran 2018 sebanyak 3 hari.
detikNewsJumat, 20 Apr 2018 21:16 WIB
Pemerintah menambah libut Lebaran Hari Raya Idul Fitri jadi 11-20 Juni 2018. Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno memastikan pelayanan publik tetap berjalan.
detikFinanceJumat, 20 Apr 2018 14:24 WIB
Mendag Enggartiasto Lukita menanggapi soal libur Lebaran yang tambah 3 hari. Menurutnya, kebijakan ini ada dampak positif maupun negatif.
detikFinanceJumat, 20 Apr 2018 13:58 WIB
Pemerintah memutuskan jumlah libur bersama Hari Raya Idul Fitri tahun ini menjadi 10 hari. Keputusan ini mendapatkan respons yang kurang baik dari dunia usaha.
detikFinanceKamis, 19 Apr 2018 14:55 WIB
Para investor pasar modal khususnya investor asing merasa kecewa dengan jumlah libur hari raya Idul Fitri. Apa sebabnya?
detikFinanceKamis, 19 Apr 2018 14:35 WIB
Pemerintah menetapkan libur raya Lebaran tahun ini selama 10 hari. Keputusan itu disambut baik banyak para karyawan, namun tidak bagi dunia pasar modal.
detikFinanceKamis, 19 Apr 2018 07:52 WIB
Cuti bersama untuk libur Lebaran tahun ini bakal lebih panjang. Sebab, pemerintah telah memutuskan untuk menambah waktu cuti bersama sebanyak tiga hari.
detikNewsRabu, 18 Apr 2018 20:43 WIB
Pro dan kontra mengiringi kebijakan pemerintah menambah cuti bersama Lebaran 2018. Seperti apa respons masyarakat dan pengusaha?