
Pilu 42 Orang Tewas dalam Serangan Terbaru Israel di Gaza
Serangkaian serangan udara Israel menghujani wilayah Gaza pada Minggu (24/8), saat militer Tel Aviv bersiap melancarkan serangan terbaru terhadap Kota Gaza.
Serangkaian serangan udara Israel menghujani wilayah Gaza pada Minggu (24/8), saat militer Tel Aviv bersiap melancarkan serangan terbaru terhadap Kota Gaza.
Perdana Menteri Israel Netanyahu memerintahkan negosiasi untuk membebaskan sandera usai operasi menguasai Kota Gaza dimulai.
PBB mengecam keputusan Israel menyetujui permukiman kontroversial di Tepi Barat. Hamas bereaksi keras terhadap dimulainya operasi mengambil alih Kota Gaza.
Militer Israel mengumumkan dimulainya "fase pendahuluan" pendudukan Kota Gaza, dengan pasukan IDF bergerak mengepung kota tersebut.
Presiden Prancis Emmanuel Macron menyebut langkah Israel itu hanya akan semakin memicu "bencana" dan membawa wilayah itu ke "perang permanen".
Hamas menuduh Israel mengabaikan upaya mediasi untuk menghentikan pertempuran dan pembebasan sandera.
Menteri Pertahanan Israel menyetujui rencana penaklukan Kota Gaza dan mengizinkan pemanggilan sekitar 60.000 prajurit cadangan untuk melakukan operasi tersebut.
Khawatir akan serangan darat Israel yang akan segera terjadi, ribuan warga Palestina telah meninggalkan rumah mereka di wilayah timur Kota Gaza.
Kelompok Hamas mengecam rencana Israel untuk merelokasi penduduk dari Kota Gaza.
Sejumlah pesawat dan tank Israel terus membombardir area timur Kota Gaza, kota terbesar di Jalur Gaza. Sedikitnya 11 orang tewas akibat gempuran tersebut.