detikNewsRabu, 29 Des 2021 11:20 WIB
Gerindra Sarankan Gubsu Edy Minta Maaf ke Pelatih PON yang Dijewer-Diusir
"Saran saya, beliau minta maaf saja agar tidak ada yang merasa disakiti dan dipermalukan," kata Habiburokhman.
detikNewsRabu, 29 Des 2021 11:20 WIB
"Saran saya, beliau minta maaf saja agar tidak ada yang merasa disakiti dan dipermalukan," kata Habiburokhman.
detikNewsRabu, 29 Des 2021 11:08 WIB
Fraksi PKS DPRD Sumut memberikan kritik terhadap aksi Gubernur Sumut Edy Rahmayadi yang menjewer dan mengusir pelatih Biliar PON.
detikNewsRabu, 29 Des 2021 08:20 WIB
PKS minta Gubsu Edy Rahmayadi minta maaf ke pelatih biliar Sumut untuk tim PON Papua yang ia jewer dan usir. PKS nilai harusnya Gubsu jadi contoh yang baik.
detikNewsRabu, 29 Des 2021 05:45 WIB
Ketua Komisi X DPR Syaiful Huda mengkritik Gubsu Edy Rahmayadi yang menjewer dan mengusir pelatih biliar Sumut untuk tim PON Papua karena tak ikut tepuk tangan.
detikNewsSelasa, 28 Des 2021 21:04 WIB
Emosi pelatih tim biliar Sumut di PON Papua 'memuncak' setelah dijewer Gubsu Edy Rahmayadi. Pelatih tim biliar itu dijewer cuma karena tidak tepuk tangan.
detikNewsSelasa, 28 Des 2021 19:10 WIB
Anggota DPRD Sumut mengkritik aksi Gubsu Edy Rahmayadi menjewer hingga mengusir pelatih biliar Sumut di PON Papua, Choki Aritonang. Aksi Edy dinilai tak patut.
detikNewsSelasa, 28 Des 2021 15:37 WIB
Pelatih biliar Sumut di PON Papua dijewer hingga diusir Gubsu Edy saat acara pemberian tali asih. Bagaimana prestasi tim biliar Sumut saat PON Papua lalu?
detikNewsSelasa, 28 Des 2021 15:11 WIB
Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi jewer lalu usir pelatih biliar Sumut untuk PON 2020 Papua. Video itu pun viral. Edy lantas angkat bicara soal aksinya itu.
detikNewsSelasa, 28 Des 2021 14:06 WIB
Pelatih biliar yang dijewer hingga diusir Edy Rahmayadi buka suara. Pelatih bernama Khoirudin (Choki) Aritonang mengatakan Edy marah-marah tak jelas.
detikNewsSelasa, 21 Des 2021 23:41 WIB
DPD Gerindra Sumut meminta Gubsu Edy mengkaji ulang aturan soal keramba jaring apung di Danau Toba. Gerindra menilai regulasi yang ada saat ini belum tepat.