Selasa, 30 Jan 2024 18:43 WIB
5 Berita Terpopuler Internasional Hari Ini
Berkas intelijen Israel yang memicu belasan negara menghentikan pendanaan untuk UNRWA, menyebutkan ada 190 staf UNRWA yang terindikasi menjadi militan.
Selasa, 30 Jan 2024 18:43 WIB
Berkas intelijen Israel yang memicu belasan negara menghentikan pendanaan untuk UNRWA, menyebutkan ada 190 staf UNRWA yang terindikasi menjadi militan.
Selasa, 30 Jan 2024 16:52 WIB
Badan PBB untuk Pengungsi Palestina (UNRWA) tidak akan dapat melanjutkan operasional di Gaza setelah akhir Februari, jika pendanaan tidak dilanjutkan.
Video 20Detik
Selasa, 30 Jan 2024 15:12 WIB
Ribuan warga Palestina meninggalkan rumah mereka di Gaza Barat. Mereka terpaksa pergi ke tempat lebih aman karena mendapatkan peringatan dari tentara Israel.
Selasa, 30 Jan 2024 12:30 WIB
Seorang pejabat senior Hamas mengatakan bahwa mereka menginginkan "gencatan senjata yang menyeluruh dan komprehensif" di Gaza, bukan gencatan senjata sementara.
Foto News
Selasa, 30 Jan 2024 12:05 WIB
Warga Palestina kembali melarikan diri dari Khan Younis akibat operasi darat Israel yang semakin masif. Mereka bergerak menuju Rafah untuk melindungi diri.
Selasa, 30 Jan 2024 09:22 WIB
Bantuan pendanaan untuk badan PBB yang menangani warga Palestina, UNRWA, ditangguhkan akibat dugaan sejumlah stafnya berperan dalam serangan Hamas ke Israel.
Selasa, 30 Jan 2024 07:58 WIB
Menteri Pertahanan (Menhan) Israel Yoav Gallant menyiapkan pasukan baru di dekat perbatasan utara jalur yang dikuasainya dengan Lebanon.
Foto News
Selasa, 30 Jan 2024 01:50 WIB
NU Care-Lazisnu PBNU terus menyalurkan bantuan kemanusiaan untuk warga Gaza. Kali ini, bantuan berupa 5 (lima) unit ambulans dikirimk Indonesia untuk Palestina.
Senin, 29 Jan 2024 17:59 WIB
Indonesia juga menyampaikan sikapnya atas putusan ICJ tersebut dalam forum internasional. Indonesia mendesak Israel mematuhi putusan ICJ.
Senin, 29 Jan 2024 17:58 WIB
Bencana kemanusiaan di Gaza menggandakan tekanan bagi para pemimpin Arab untuk bertindak. Apa opsi yang bisa diambil demi memaksakan gencatan senjata?