Suara raungan mesin ketinting memecah keheningan Desa Wisata Kuala Terusan (Kute). Puluhan juru mudi tancap gas melaju kencang membelah derasnya Sungai Kampar.
Momen tak biasa itu terlihat saat even Boat Race yang digelar Pemkab Pelalawan. Juru mudi boat racing modifikasi 110, 200 hingga 650 cc memenuhi tepian Sungai Kampar selama 3 hari terhitung dari 10-12 Juni kemarin.
Ya, keseruan adu kecepatan perahu benar-benar pecah. Terutama saat perahu mesin 650 cc tancap gas di lintasan start menuju finish yang diikuti peserta berbagai daerah.
Even yang awalnya hanya digelar di tingkat desa atau kampung di Pelalawan itu mulai naik kelas. Bupati Pelalawan, Zukri sebagai inisiator mengubah tradisi yang biasa hanya digelar di kampung-kampung.
"Keseruan Pelalawan Boat Race kemarin di Sungai Kampar benar-benar pecah. Balap perahu atau ketinting yang biasa digelar di desa atau kampung di Pelalawan sekarang akhirnya naik kelas," kata Bupati Zukri saat berbincang, Senin (13/7/2026).
Bukan adu cepat biasa, kali ini, pemerintah memberi fasilitas resmi bagi nelayan untuk ikut ambil bagian. Menjaga keseimbangan, kecepatan dan finish dengan kegembiraan.
Tidak hanya olahraga biasa, lokasinya yang berada di Desa Wisata Kuala Terusan juga menarik wisatawan. Penonton membludak menyaksikan perahu adu kecepatan, Minggu (12/7) kemarin.
Zukri yang menyaksikan langsung melihat dari sudut pandang berbeda. Pacuan kali ini tak hanya soal kecepatan saja, tapi hiburan sekaligus peluang membangkitkan wisata.
"Potensi wisata balap ketinting di Riau. Kita melihat ini potensi wisata yang menjanjikan, animo masyarakat cukup tinggi dan diikuti banyak pembalap. Ini akan menjadi agenda even tahunan Pemkab Pelalawan dan upaya kita dalam menggerakkan ekonomi masyarakat," kata Zukri.
Bagi Zukri, Pariwisata juga menjadi salah satu sumber pendapatan asli daerah (PAD). Artinya menjaga kemandirian daerah jangka panjang serta mempersiapkan boat racing sebagai salah satu icon wisata yang akan dikembangkan di Pelalawan.
"Ada yang beda dari dari balap ketinting di Pelalawan, yaitu kelas super engine 650 cc yang selama ini hanya ada di Thailand dan di Indonesia hanya di Pelalawan," katanya.
Kuala Terusan menjadi saksi sportifitas 69 juru mudi saat berpacu. Suasana semakin riuh saat influancer asal Kalimantan 'Mama Racing' menarik pedal gas melaju kencang dihadapan ribuan pengunjung.
Melihat antusias masyarakat di Pelalawan sangat tinggi, Zukri memastikan even boat racing serupa kembali digelar secara pada tahun mendatang. Zukri memastikan boat race kali ini jadi even tahunan.
Boat Race Jadi Ajang Promosi Desa Wisata Kuala Terusan (Kute)
Kuala Terusan atau Kute adalah desa yang terletak di Kecamatan Pangkalan Kerinci, Kabupaten Pelalawan, Riau. Keindahan desa ini menjadi daya tarik wisatawa untuk datang ke Pelalawan.
Keramahan penduduk, alam yang asri dan adat istiadat masyarakat sekitar memberi pengalaman tersendiri saat berkunjung. Namun yang tak boleh dilewatkan adalah menikmati Pantai Kute yang unik.
Pantai Kute muncul hanya saat kondisi air Sungai Kampar surut. Saat itulah pantai pasir putih muncul layaknya pantai-pantai pada umumnya.
Wisatawan dapat menikmati berbagai aktivitas seperti berenang, memancing, atau sekadar bersantai di tepi sungai. Termasuk menikmati santapan khas kuliner Pelalawan dari pelaku UMKM setempat.
"Jadi disamping balap ketinting, ini adalah ajang promosi Desa Kuala Terusan. Kalau kita lihat, di sana itu saat musim air surut muncul pantai dan dikenal Pantai Kute dan ada daya tarik wisata," cerita Kepala Dinas Pariwisata Pelalawan Dodi Asmara Saputra.
Simak Video "Momen Pria Berbaju Polantas Rampok BRI Link di Riau, Rp 72 Juta Raib"
(ras/dhm)