Pertalite Kosong, Warga Medan Rela Antre BBM Pertamax Hingga Dini Hari

Pertalite Kosong, Warga Medan Rela Antre BBM Pertamax Hingga Dini Hari

Juita Sinuhaji - detikSumut
Rabu, 15 Jul 2026 09:57 WIB
Foto : Warga berburu BBM Pertamax hingga dini hari di SPBU Ngumban Surbakti, Kota Medan, Rabu (15/7/2026) dini hari
(Juita Sinuhaji/detikSumut)
Warga berburu BBM Pertamax hingga dini hari di SPBU Ngumban Surbakti, Kota Medan, Rabu (15/7/2026) dini hari (Juita Sinuhaji/detikSumut)
Medan -

Bahan Bakar Minyak (BBM) di sejumlah SPBU di Kota Medan langka hingga membuat masyarakat mengular mengantre. Sejumlah SPBU di Medan tidak memiliki stok Pertalite, sebagian lagi hanya menyediakan BBM jenis Pertamax. Meski begitu, warga tetap rela mengantre hingga dini hari.

Berdasarkan pantauan tim detikSumut, Rabu (15/7/2026) pukul 01.40 WIB dini hari, di SPBU Ngumban Surbakti Medan, terpantau warga masih mengantre BBM jenis Pertamax karena BBM jenis Pertalite habis. Terlihat antrean tidak sepanjang sebelumnya dan sudah lebih lenggang.

Salah satu warna bernama Nisa, menyampaikan sudah beberapa SPBU didatanginya namun stok BBM habis. Ia menyampaikan, karena terdesak dan harus membeli BBM untuk mobilitas, ia pun terpaksa mengantre Pertamax meskipun harganya lebih mahal.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Tidak ada pilihan lain, selain beli Pertamax karena BBM Pertalite sangat sulit didapatkan. Biasanya beli Pertalite full tank Rp 40.000 ribu, sekarang isi Pertamax dengan nominal yang sama hanya dapat 2 liter lebih saja, jauh kali bedanya," ucap Nisa kepada detikSumut.

Nisa juga mengeluhkan, perbedaan harga tersebut sangat terasa apalagi dengan kondisi ekonomi saat ini. Ia mengatakan, sebelumnya ia telah mengantre di SPBU Jalan Besar A.H.Nasution dan SPBU Karya Wisata namun juga kehabisan stok.

ADVERTISEMENT

"Terasa kali lah beda harganya, padahal cari uang susah kali sekarang, apa-apa semua naik tapi gaji tidak naik. Kalau nggak langka nggak ku isi tangki minyakku dengan Pertamax soalnya terasa berat kali belinya, bayangkan biasa satu liter Pertalite Rp 10.000, tiba-tiba beli dengan jumlah yang sama jadi Rp 16.650 perliter," keluhnya.

Ia juga mengatakan, rela mengantre hingga dini hari hanya untuk mendapatkan BBM tersebut. Meski dini hari, kata dia, jalanan masih ramai karena banyak orang masih mengantre BBM.

"Ya beginilah kondisinya, dari tadi antri panjang hingga ke jalan raya. Jam segini sudah agak longgar meskipun masih ada antrian dan jalanan pun masih cukup ramai karena banyak yang beli BBM juga," ungkapnya.

Sementara itu, warga lain Andri seorang supir ojek online, juga rela mengantri hingga dini hari hanya untuk mendapatkan BBM agar besok dapat menarik penumpang. Ia menilai, kelangkaan BBM menghambatnya dalam mencari rejeki.

"Susah kali lah beberapa hari ini, ngantre BBM berjam-jam habis waktu. Padahal kalau dihitung sudah berapa pelanggan yang bisa diantar, terasa kali jadinya kalau BBM susah. Belum lagi penumpang juga kesal karena saya bawa ikut ngantri BBM," imbuh Andri.

Selain itu, ia juga mengatakan sejak sore hingga malam hari hampir seluruh SPBU yang ia datangi terjadi antrean panjang, sehingga ia memilih mengantre malam ke dini hari. Sekalipun berisiko pulang lewat tengah malam.

"Memang antrianya gak sepanjang tadi sore ke malam, tapi takut juga pulang kerumah. Semoga lah perjalanan baik-baik saja dan segera pihak SPBU serta pemerintah mengambil kebijakan agar mengatasi kelangkaan BBM. Soalnya berat kali beli BBM Pertamax, gak sanggup aku belinya," pungkasnya.



(nkm/nkm)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads