Hari kedua libur lebaran, sejumlah tempat wisata sudah mulai dipadati wisatawan. Salah satunya, wisata penangkaran buaya Asam Kumbang berlokasi di Jalan Bunga Raya II, Kelurahan Asam Kumbang, Kecamatan Medan Selayang.
Pantaun tim detikSumut, sejumlah kendaran pribadi, bus dan sepeda motor tampak memenuhi area parkir di penangkaran buaya Asam Kumbang Medan.
Tempat ini bukan hanya populer sebagai taman buaya terbesar di Indonesia, tetapi juga memiliki rekam jejak sejarah yang telah berlangsung lebih dari 60 tahun.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Salah satu wisatawan, Eli mengatakan ia membawa keluarganya yang datang dari kampung untuk melihat penangkaran buaya. Ia mengaku penangkaran buaya Asam Kumbang cocok untuk edukasi dan berwisata.
"Rumah saya dekat dari sini. Kebetulan masih momen lebaran, keluarga datang dari kampung jadinya saya bawa kemari untuk jalan-jalan," ucapnya kepada detikSumut, Minggu(22/3/2026).
Eli menilai penangkaran buaya tersebut, sudah lebih baik dibandingan beberapa tahun sebelumnya. Ia mengatakan pembangunan dan renovasi penangkaran buaya sudah berubah jauh lebih moderen.
"Tempatnya lebih cantik dan baru selesai direnovasi. Lebih nyaman dan tidak berbau, dibandingkan beberapa tahun lalu jauh lebih baik," ungkapnya.
Lebih lanjut, ketika ditanya terkait tarifnya tiket masuk. Ia mengatakan harganya sesuai dengan apa yang diberikan, baik tempat yang baru direnovasi dan lebih nyaman untuk berkunjung.
"Tiket masuknya Rp 22.000/orang dan makanan buaya seharga Rp 25.000. Harganya masih pas dan sesuai lah, kita bisa lihat penangkaran buaya dengan jarak dekat dan aman," ungkapnya.
Sementara itu, Nuni, mengatakan ia bersama keluarganya kebetulan ke Medan untuk merayakan lebaran bersama. Ia mengaku selama di Medan mengunjungi beberapa tempat, salah satunya penangkaran buaya Asam Kumbang.
"Kebetulan kita merayakan lebaran di rumah keluarga di Medan, jadi selama disini kami pergi jalan-jalan dan mengunjungi beberapa tempat," ungkapnya.
Selain itu, ia juga mengatakan terakhir kali ke penangkaran buaya Asam Kumbang tahun 2000. Ia mengaku banyak perubahan dan pengelolaan semakin bagus.
"Terakhir kali ke sini tahun 2000, dulu nggak gini tempatnya. Pada saat itu, tampak kumuh dan tak terawat, sekarang berubah total menjadi lebih baik," ucap perempuan paruh baya itu.
Nuni juga menyampaikan kondisi buaya-buaya nampak lebih gemuk dan lebih bersih. Selain itu, tidak tercium bau-bau amis dari kandang buaya.
"Buaya-buaya nya lebih bersih dan nggak bauk. Sudah banyak sekali perubahanya, tempat duduk banyak, spot foto bagus dan lebih bersih," ungkapnya.
(afb/afb)











































