Pengunjung Istana Maimun Naik 200 Persen Selama Libur Nyepi dan Lebaran

Pengunjung Istana Maimun Naik 200 Persen Selama Libur Nyepi dan Lebaran

Rechtin Hani Ritonga - detikSumut
Minggu, 22 Mar 2026 16:00 WIB
Pengunjung Istana Maimun Naik 200 Persen Selama Libur Nyepi dan Lebaran
Foto: Suasana Istana Maimun Medan di hari kedua Lebaran. (Rechtin Hani Ritonga/detikSumut)
Medan -

Pengunjung Istana Maimun Medan melonjak selama libur Hari Raya Nyepi dan Lebaran 2026. Tercatat naik hingga lebih dari 200 persen dibanding hari biasa.

Pemandu Wisata Istana Maimun, Fajri mengatakan, di hari-hari biasa, jumlah pengunjung hanya berkisar 100 hingga 150 orang.

"Saat weekend panjang ini sebenarnya ada peningkatan yang bagus ya, yang signifikan. Karena memang sebelumnya itu memang kita kunjungannya sangat sepi. Kemudian apalagi pas puasa kemarin itu luar biasa. Mungkin untuk perharinya itu bisa dihitung sekitar nggak lebih dari 150 orang. Kadang hanya 100 orang," ujar Fajri saat diwawancarai detikSumut, Minggu (22/3/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Fajri, pada libur Nyepi dan Lebaran, jumlah pengunjung dapat mencapai 300 hingga 400 orang perharinya.

ADVERTISEMENT

"Kalau di long weekend kayak gini kan. Kalau misalnya dihitung berapanya, kalau di lebaran kemarin itu kurang lebih sekitar 300-400 orang. Nah kalau untuk sekarang belum tahu karena memang ini udah setengah hari juga udah lumayan juga tamunya. Mungkin kalau misalnya nanti sampai sore bisa lebih banyak lagi," jelasnya.

Ia mengatakan, meskipun terdapat libur akhir pekan yang panjang (long weekend) beberapa waktu yang lalu, jumlah pengunjung tidak meningkat signifikan. Termasuk saat tahun baru.

"Kalau bisa dibilang puncaknya memang di lebaran. Kayak di tahun baru kemarin kita enggak terlalu banyak tamu. Jadi untuk pemasukan dari pengunjung juga sedikit nggak banyak. Tapi kalau misalnya untuk yang lebaran itu jadi puncaknya sebenarnya," tambahnya.

Selain berswafoto menggunakan pakaian adat Melayu, Fajri menjelaskan, daya tarik lain Istana Maimun adalah cerita terkait sejarah bangunannya.

"Untuk daya tariknya sebenarnya itu kita punya musik Melayu. Live musik melayu kemudian kita punya baju adat kemudian kita punya histori. Jadi kan untuk wisatawan kan kadang-kadang variasi tuh yang datang untuk foto aja, ada yang mau pake baju adat, dan sebagainya. Tapi sebenarnya yang utama itu ya nilai historinya sendiri," tutupnya.




(mjy/mjy)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads