Kesawan hingga kini masih menjadi penanda perjalanan panjang sejarah Kota Medan yang mampu bertahan di tengah arus modernisasi. Barisan bangunan berarsitektur kolonial yang tetap terjaga menjadikan area ini sebagai destinasi wisata sejarah sekaligus ruang berkumpul favorit warga.
Berada di pusat kota, Kesawan sejak dahulu dikenal sebagai kawasan perdagangan strategis pada era kolonial Belanda. Sepanjang jalannya berdiri sejumlah bangunan bersejarah yang dahulu difungsikan sebagai pusat kegiatan ekonomi, perbankan, serta perkantoran pada awal abad ke-20.
"Salah satu bangunan paling ikonik di kawasan ini adalah Tjong A Fie Mansion, kediaman megah milik saudagar Tionghoa terkenal Tjong A Fie. Kini bangunan tersebut difungsikan sebagai museum dan menjadi tujuan wisata sejarah yang banyak dikunjungi wisatawan lokal maupun luar daerah," ujar sejarawan Budi Agustono, Selasa (3/3/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Budi Agustono menambahkan, selain Tjong A Fie Mansion, keberadaan Gedung London Sumatra atau Lonsum turut memperkuat karakter klasik Kesawan. Gedung dengan gaya arsitektur Eropa itu menjadi simbol kejayaan industri perkebunan di masa lampau dan masih digunakan hingga sekarang.
Menurutnya, Kesawan memiliki nilai sejarah yang sangat penting karena menjadi salah satu titik awal perkembangan kota modern di Medan.
"Kesawan bukan hanya kawasan bersejarah, tetapi juga pusat pertumbuhan ekonomi dan sosial masyarakat Medan sejak lebih dari 100 tahun lalu. Upaya pelestarian sangat diperlukan agar generasi muda tetap memahami sejarah kotanya," ungkapnya.
Saat ini, Kesawan tidak sekadar menjadi lokasi wisata sejarah, tetapi juga berkembang sebagai ruang kreatif masyarakat. Beragam kafe, aktivitas komunitas, hingga pertunjukan seni rutin diselenggarakan di kawasan tersebut, khususnya pada akhir pekan.
Salah seorang pengunjung, Tasya, mengaku kerap mengunjungi Kesawan untuk merasakan nuansa klasik kota.
"Berjalan di kawasan ini terasa seperti menelusuri masa lalu. Bangunannya menarik dan sangat cocok untuk wisata sejarah maupun fotografi," ujar Tasya.
Perpaduan antara peninggalan arsitektur bersejarah dan aktivitas masyarakat modern, membuat Kesawan tetap hidup sebagai destinasi kota tua yang terus berkembang di tengah zaman modern.
(nkm/nkm)











































