30 Pemusik Akan Ramaikan Lake Toba Traditional Music Festival

Kartika Sari - detikSumut
Selasa, 02 Agu 2022 20:38 WIB
Para pemusik tradisi saat tampil
Para pemusik tradisi saat tampil (Istimewa)
Medan -

Direktur Rumah Karya Indonesia (RKI) Ojax Manali mengumumkan bahwa Lake Toba Traditional Music Festival akan digelar tahun ini. Direncanakan akan ada sekitar 30-an pemusik tradisi yang membawakan idiom tradisi, baik itu musik asli maupun inovasi dan kolaborasi.

Dikatakan Ojax, Lake Toba Traditional Music Festival menjadi ajang musik untuk mengeksiskan kembali musik tradisional.

"Nantinya akan ada sekitar 30 pemusik tradisi dan musik tradisi itu harus dikenal oleh semua kalangan," ungkap Ojax, Selasa (2/8/2022).


Ojax menyebutkan bahwa pengisi acara event ini merupakan pemusik tradisi yang direkrut dengan dihubungi secara langsung.

"Mereka adalah sanggar yang ada di sekitaran Danau toba, komunitas, dan yang telah membuat kelompok musik secara independent," tuturnya.

Diketahui, Lake Toba Traditional Music Festival merupakan bagian dari Festival Musik Tradisi Indonesia dengan tema Suara Danau; Memaknai, Merawat dan Menghidupkan Musik Tradisi. Adapun dalam 3 elemen tersebut akan dihadirkan dalam sajian bentuk festival.

"Festival ini mendorong agar kita mengetahui proses pengetahuan, proses pembelajaran dan proses perkembangan music tradisi," ujar Ojax.

Lake Toba Music Traditional Festival 2.0 adalah sebuah gagasan dari Rumah Karya Indonesia bersama Direktorat Perfilman, Musik dan Media juga Pemerintah Kabupaten Toba, BPNB Aceh, Dinas Jebudayaan dan Pariwisata Sumatera Utara, Dinas kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Simalungun, Toba UNESSCO Global Gopark, Banper Infras Kemenparekraf.

Seniman dari 4 puak di Kawasan Danau Toba ini akan menciptakan sebuah karya dengan berkolaborasi antar seniman, dan tentunya juga sangat melibatkan masyarakat lokal, mengenai Danau Toba (wawasan Geopark) melalui karya seni musik.

LTTMF akan dilaksanakan pada tanggal 5-7 Agustus yang serentak dilaksanakan di tiga desa, yakni di Desa Meat, Desa Tarabunga, dan Desa Lintong Nihuta.

Adapun pengisi acaranya sebagai yaitu Eta Margondang, Dalloid Etnik, Kalila Project, SMK Maranatha, Sanggar seni Budaya Toba Arts, Sanggar Tarabunga, Gndang kampung, Sorkam, Parimba-rimba, Ethnic Percussion Padang Panjang, semubakers, Puan Senja, Silver Castle, Si Hutabarat, Sanggar Sundut Meat Nabisuk, Siou Band, Pakpakustik, Sanggar Mata Guru, Sanggar Pearung, AlMusiiqa Jayisa, PSLMN, We Make It, Tas Ransel Pop Punk.

Selain itu akan turut dimeriahkan oleh Marsada Band, Tongan Sirait, Hamitabo, dan De tradisi. Selanjutkan dengan guest star Ipang Lazuardi yang akan berkolaborasi dengan pemusik tradisi dalam pertunjukannya.

Ojax berharap LTTMF ini mejadi cikal bakal terciptanya ekosistem music tradisi yang sehat dan tetap eksis di Danau Toba.

"Musik tradisi itu salah satu kekayaan kita yang tidak terukur, sudah sepatutnya kita jaga dan terus dikembangkan," pungkasnya.



Simak Video "Pulau Samosir, Pesona Pemandangan Indah di Tengah Danau Toba, Sumatera Utara"
[Gambas:Video 20detik]
(afb/afb)