Cerita Farwiza Masuk Sosok inspiratif Majalah TIME 2022: Saya Bukan Superhero

Aceh

Cerita Farwiza Masuk Sosok inspiratif Majalah TIME 2022: Saya Bukan Superhero

Agus Setyadi - detikSumut
Jumat, 30 Sep 2022 09:36 WIB
Farwiza Farhan
Farwiza Farhan. (Foto: Instagram @wiiiiza)
Banda Aceh -

Aktivis lingkungan dan pegiat konservasi asal Aceh, Farwiza Farhan masuk dalam daftar sosok inspiratif Majalah TIME 2022. Farwiza yang juga merupakan Ketua Yayasan Hutan Alam dan Lingkungan Aceh (HAkA) ini pun tak menyangka dirinya masuk dalam daftar TIME100 NEXT.

Farwiza mengatakan, dirinya dihubungi editor Majalah Time lewat email ketika sedang dirawat di rumah sakit karena demam berdarah. Kala itu, editor Time meminta Farwiza mengirimkan data pekerjaannya karena namanya bakal dimasukkan dalam nominasi TIME100 NEXT.

Perempuan asal Banda Aceh itu kala itu tidak sanggup membalas email karena trombositnya sedang turun. Dia lalu meminta bantuan koleganya untuk menjawab email dan berkomunikasi dengan pihak Time.


"(Waktu itu) trombosit lagi jatuh-jatuhnya, kondisi lagi demam sudah tiga hari, hampir-hampir tidak sadarkan diri," kata Farwiza kepada wartawan, Kamis (29/9/2022).

Menurutnya, sehari setelah keluar rumah sakit dirinya dijadwalkan melakukan photoshoot karena waktunya sudah mepet. Farwiza kala itu masih pesimis bakal terpilih dalam TIME100 NEXT.

"Dalam hati, sepertinya tidak mungkin saya terpilih. Siapalah saya ini, saya hanya orang biasa yang lahir, besar di Banda Aceh, kayaknya bukan ranah saya lah hal-hal kayak TIME100 NEXT," jelas Farwiza.

Dia mengaku baru mengetahui masuk salah satu sosok inspiratif setelah mendapat kiriman pesan fotonya terpajang di sampul majalah Time. Perasaannya kala itu campur aduk dan serasa ingin menjerit serta menangis.

"Tapi disisi lain saya sangat menyadari bahwa kadang-kadang dunia itu sangat tidak adil. Hal-hal seperti penghargaan seperti ini diberikan kepada saya untuk pekerjaan sangat banyak orang. Ada paradigma seolah-olah saya superhero padahal saya bukan sama sekali," ujarnya.

Farwiza menjelaskan penghargaan serupa seharusnya juga diberikan ke lembaga lain yang berjuang untuk perlindungan ekosistem Leuser. Mereka disebut berjuang di tingkat advokasi hingga pengadilan bahkan kerap mendapat teror dari perambah hutan.

"Jadi biarpun ada rasa senang, terharu, di sisi lain saya ingin mengingatkan ini bukan milik saya, tapi ini milik kita semua, milik begitu banyak laki-laki dan perempuan yang bekerja untuk melindungi kawasan Leuser, yang menghadapi ancaman setiap hari," ujar Farwiza.

Kenal lebih jauh sosok Farwiza di halaman selanjutnya.



Simak Video "Aksi Aktivis Lingkungan Berenang Melintasi Laut Merah"
[Gambas:Video 20detik]