Anak Orang Utan Diselamatkan Warga Taput Diserahkan ke BKSDA

Anak Orang Utan Diselamatkan Warga Taput Diserahkan ke BKSDA

Datuk Haris Molana - detikSumut
Kamis, 29 Sep 2022 19:30 WIB
Anak orang utan tapanuli diserahkan polisi ke BKSDA.
Anak orang utan tapanuli diserahkan polisi ke BKSDA. (Foto: Istimewa)
Tapanuli Utara -

Satu individu orang utan tapanuli (Pongo tapanuliensius) diserahkan Polres Tapanuli Utara (Taput) ke pihak BKSDA. Individu itu awalnya diselamatkan dua warga Kecamatan Pahae Jae lalu kemudian diserahkan ke polisi.

Kapolres Tapanuli Utara AKBP Johanson Sianturi mengungkapkan bahwa penyelamatan anak orang utan ini atas kesadaran dua orang warga Desa Sitoluoppu Kecamatan Pahae Jae. Di mana saat keduanya pergi ke hutan desa mereka untuk mengumpul durian, pada Rabu (29/9) sekitar pukul 17.00 WIB melihat anak orang utan tersebut menyendiri sedang memakan durian yang jatuh di tanah.

Melihat hal tersebut, keduanya membiarkan karena mengira bahwa ada induknya yang menjaga anak tersembunyi. Di tunggu hingga sore hari sekira pukul 19.00 WIB, anak orang utan tersebut tetap menyendiri di tanah dan tidak ada induknya.


"Selanjutnya keduanya mengambil inisiatif mendekati anak orang utan tersebut untuk menyelamatkannya. Saat didekati, orang utannya malah mendekati keduanya," sebut Johanson dalam keterangan tertulisnya, Kamis (29/9/2022).

Kemudian mereka membawanya ke kampung serta melaporkan kepada kepala desa setempat. Sadar akan aturan tentang perlindungan hewan, kepala desa setempat menghubungi Polres Taput dan menyerahkannya.

"Agar anak orang utan ini bisa diselamatkan, Polres Taput menyerahkannya kepada pihak Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Seksi Wilayah IV Tarutung," sebut Johanson.

Atas kesadaran kedua warga yang menyelamatkan, Johanson mengapresiasi dan menyampaikan terimakasih kepada kedua warga beserta kepala desa tersebut yang telah melaporkan.

"Hal ini patut di contoh oleh masyarakat lain. Apabila menemukan satwa yang dilindungi mari kita selamatkan dan jangan sampai di bunuh agar tidak terjadi kemusnahan dan pelanggaran hukum," ujar Johanson.

Orang utan tapanuli merupakan salah satu spesies dari genus orang utan yang berasal dari daerah Tapanuli, Sumatera Utara. Orang utan tapanuli merupakan tambahan spesies baru sekaligus spesies ketiga yang ditemukan setelah spesies orangutan Kalimantan dan orang utan Sumatera.

Kordinator OIC ( Orangutan Informasion Center ) Krisna dan Ikhwan Amir mengungkapkan, saat ini diperkirakan populasinya hanya tersisa sekitar 800 individu orang utan sejenis yang hidup di hutan Tapanuli.

Usia orang utan ini diperkirakan 11 bulan dan berat 3 kg. Saat dilakukan pemeriksaan, kondisinya sehat.

Perwakilan BKSDA Propinsi Sumut Manigor Lumbantor menyampaikan, bahwa nanti orang utan ini akan dirawat hingga layak dilepas kembali ke habitatnya. Pihaknya, mengapresiasi Polres Taput yang telah memfasilitasi penanganan satwa yang dilindungi.



Simak Video "Gemasnya Parti Kejora, Bayi Orang Utan Kalimantan di Serulingmas Zoo"
[Gambas:Video 20detik]
(dhm/dpw)