PSMS Medan merupakan salah satu klub sepakbola tertua dan paling bersejarah di Indonesia. Klub ini didirikan pada 21 April 1950 di Kota Medan, Sumatera Utara, dan dikenal dengan julukan Ayam Kinantan. Sejak awal berdiri, PSMS menjadi simbol kebanggaan masyarakat Medan dan Sumatera Utara. PSMS Medan merupakan salah satu klub sepakbola paling bersejarah di Indonesia.
Klub kebanggaan masyarakat Sumatera Utara (Sumut) ini tidak hanya dikenal karena prestasinya, tetapi juga karena perjalanan panjangnya yang lahir dari semangat persatuan dan menjadi simbol kekuatan sepakbola Kota Medan. Sejak berdiri pada 1950, PSMS telah melewati berbagai era, mulai dari masa kejayaan Perserikatan hingga menjadi salah satu klub dengan basis pembinaan terbesar di Indonesia.
Berikut fakta menarik PSMS Medan yang penuh nilai sejarah dan penting untuk diketahui, yuk simak selengkapnya!
7 Fakta Tentang PSMS Medan
1. Disatukan dari 23 Klub di Medan
PSMS Medan resmi berdiri pada 21 April 1950 melalui penyatuan 23 klub sepak bola yang ada di Kota Medan. Klub-klub tersebut antara lain Al Whatan, Ardjuna, Bintang Merah, Dinamo, Deli MY, Medan Putra, Netral, Parenakan Thionghoa, Persatuan Olahraga Polisi, Sahata, hingga India Football Team dan Union Football Team.
Penyatuan ini menjadi langkah besar dalam membangun kekuatan sepak bola Medan. Dengan bergabungnya puluhan klub tersebut, PSMS menjadi representasi sepak bola Kota Medan secara utuh dan terorganisir.
2. Jadi Simbol Persatuan
PSMS Medan lahir dari klub-klub yang mewakili berbagai komunitas dan etnis yang ada di Medan. Ada klub yang identik dengan komunitas Arab, Batak, Melayu, India, hingga Tionghoa.
Keberagaman ini menjadikan PSMS bukan sekadar klub sepak bola, tetapi juga simbol persatuan masyarakat Medan. Sejak awal berdiri, PSMS sudah mencerminkan semangat kebersamaan lintas latar belakang yang bersatu dalam satu identitas.
3. Logo PSMS Memuat Identitas Kota Medan dan Tahun Berdiri
Identitas PSMS juga tercermin dalam logonya. Angka 1950 yang tersemat dalam lambang klub menandakan tahun berdirinya. Selain itu, terdapat simbol daun tembakau dan bunga yang menjadi ciri khas Tanah Deli.
Tembakau merupakan komoditas penting yang identik dengan sejarah Kota Medan. Kehadiran simbol tersebut memperkuat bahwa PSMS merupakan klub yang lahir dari akar budaya dan sejarah daerahnya.
4. Pernah Bermarkas di Jalan Veteran yang Kini Jadi Hotel
Setelah berdiri, PSMS Medan memiliki sekretariat di Gedung PSMS yang berada di Jalan Veteran. Gedung tersebut menjadi pusat aktivitas klub sejak 1955 hingga 1972.
Sementara itu, lapangan yang digunakan saat itu bernama Lapangan Medan Putra. Kini lapangan tersebut sudah tidak ada lagi dan berdiri bangunan Hotel Madani di lokasi tersebut. Sejak 1953, PSMS kemudian menggunakan Stadion Teladan sebagai markas pertandingan, yang hingga kini masih menjadi stadion bersejarah bagi klub tersebut.
Simak Video "Video Viral! Kapten PSMS Medan Malah Dipukul Usai Laga Lawan Sumsel United"
(astj/astj)