Gubernur Riau Soal Tragedi Kanjuruhan: Semoga Ini yang Terakhir

Riau

Gubernur Riau Soal Tragedi Kanjuruhan: Semoga Ini yang Terakhir

Raja Adil Siregar - detikSumut
Senin, 03 Okt 2022 10:01 WIB
Gas Air Mata Tragedi Kanjuruhan: Aturan FIFA dan Penjelasan Polisi
Tragedi Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur. (Foto: AP/Yudha Prabowo)
Pekanbaru -

Tragedi di Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur jadi luka mendalam di dunia sepak bola. Gubernur Riau Syamsuar pun menyampaikan duka atas insiden yang merenggut ratusan nyawa.

"Saya atas nama pribadi dan pemerintah Provinsi Riau, menyampaikan duka yang sangat mendalam," kata Syamsuar seperti dilihat di akun Instagram pribadinya, Senin (3/10/2022).

Syamsuar berharap tragedi Kanjuruhan tak terulang kembali. Bahkan menjadi tragedi terakhir di dunia sepak bola tanah air.


"Semoga tragedi Kanjuruhan ini menjadi yang terakhir dalam dunia sepak bola kita," kata Syamsuar.

Sebelumnya Menko PMK Muhajir Effendy menyampaikan total korban pada tragedi Kanjuruhan sebanyak 488 orang. Dari 448 korban itu, 302 orang di antaranya luka ringan, 21 orang luka berat dan 125 orang meninggal dunia.

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memastikan tragedi Kanjuruhan yang mengakibatkan ratusan suporter Arema meninggal dunia akan diusut tuntas. Polri kini tengah melakukan investigasi.

Insiden bermula dari suporter yang menyerbu lapangan dan direspons polisi dengan menghalau dan menembakkan gas air mata. Tembakan gas air mata tersebut membuat para suporter panik, berlarian, dan terinjak-injak.



Simak Video "Survei Siapa Paling Bertanggung Jawab atas Tragedi Kanjuruhan: Polisi"
[Gambas:Video 20detik]
(ras/dpw)