Di tengah pesatnya perkembangan kuliner modern dan maraknya tren makanan kekinian, telur gulung masih mampu mempertahankan eksistensinya. Bahkan jajanan kaki lima itu masih diminati banyak orang hingga kini.
Kuliner sederhana yang terbuat dari telur, digoreng lalu digulung menggunakan tusuk bambu ini masih mudah dijumpai di berbagai sudut Kota Medan, mulai dari area sekolah hingga pasar tradisional. Aroma khas telur yang digoreng dalam minyak panas, dipadukan dengan saus manis maupun pedas, menjadi daya tarik tersendiri bagi para penikmatnya.
Salah satu penjual telur gulung, Rahma, mengungkapkan bahwa dirinya telah menjalankan usaha ini selama lebih dari 5 tahun. Ia menyebutkan, meskipun banyak jenis makanan baru bermunculan, telur gulung tetap memiliki pelanggan setia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Setiap hari selalu ada yang membeli, terutama anak-anak sekolah. Tapi sekarang orang dewasa juga sering beli, karena harganya yang murah dan rasanya juga enak walaupun sederhana," ujar Rahma, Rabu (6/5/2026).
Menurut Rahma, menjaga cita rasa dan kualitas bahan menjadi kunci utama agar usaha tersebut tetap bertahan. Ia juga berusaha mengikuti selera pelanggan dengan menyediakan beragam pilihan saus.
Hal serupa diungkapkan oleh seorang pembeli bernama Putri, yang mengaku sudah menyukai telur gulung sejak kecil.
"Rasanya sederhana tapi enak. Kalau kebetulan lewat dan melihat ada yang jual, pasti langsung beli," ujarnya.
Kehadiran telur gulung bukan sekadar sebagai makanan ringan, tetapi juga menjadi bagian dari kekayaan kuliner kaki lima yang terus bertahan di tengah perubahan zaman. Dengan harga yang terjangkau serta cita rasa yang khas, telur gulung membuktikan bahwa makanan sederhana tetap mampu bertahan dan digemari oleh berbagai generasi.
(astj/astj)











































