Cheesecake menjadi salah satu dessert yang digemari di berbagai belahan dunia. Teksturnya yang lembut dan rasa kejunya yang khas membuat kue ini punya tempat tersendiri di hati pecinta kuliner, termasuk di Indonesia.
Dosen Pastry Politeknik Pariwisata Medan, Sofi Firani, menjelaskan bahwa cheesecake merupakan kue berbahan dasar keju, di mana keju menjadi elemen utama yang menentukan tekstur dan rasa.
"Cheesecake adalah kue atau dessert berbahan dasar keju di mana keju menjadi bahan utama yang membuat tekstur, baik melalui metode pemanggangan maupun didinginkan. Secara modern, seiring dengan munculnya cream cheese, awalnya cheesecake banyak berkembang di Amerika Serikat terutama melalui New York cheesecake," ujarnya, Senin (20/4/2026).
Seiring perkembangan industri kuliner global, cheesecake terus mengalami inovasi. Kehadiran kafe dan bakery modern, serta pengaruh media sosial, membuat variasi cheesecake semakin beragam.
Kini, dikenal beberapa jenis cheesecake populer seperti no-bake cheesecake yang dibuat tanpa proses pemanggangan, Japanese cheesecake yang bertekstur ringan dan mengembang, serta Basque cheesecake atau burn cheesecake yang berasal dari Spanyol dengan ciri khas bagian luar yang terkaramelisasi.
Dari sisi komposisi, cheesecake klasik seperti New York cheesecake umumnya terdiri dari lapisan dasar atau crust yang dibuat dari biskuit yang dihancurkan dan dicampur mentega cair sebagai pengikat. Sementara bagian isi (filling) dibuat dari campuran keju, gula, telur, dan krim segar.
Dalam proses pembuatannya, cheesecake panggang menggunakan metode "au bain marie" atau teknik panggang dengan uap air untuk menjaga tekstur tetap lembut. Berbeda dengan varian no-bake yang mengandalkan proses pendinginan, biasanya dengan bantuan gelatin untuk membentuk struktur.
Simak Video "Video Cicip Cheesecake Harga Rp 300.000 yang Viral di Singapura"
(astj/astj)