Jalan-jalan ke Sumatera Barat (Sumbar) tak melulu soal rendang atau sate Padang. Bagi pecinta camilan gurih yang renyah, ada satu jajanan pesisir yang wajib masuk daftar icip-icip, yakni rakik.
Jika dilihat sekilas, bentuk rakik yang kuning keemasan memang menyerupai rempeyek. Namun bedanya, camilan renyah dari Ranah Minang ini tidak menggunakan taburan kacang tanah.
Sebagai gantinya, rakik Sumbar tepatnya di Ulakan, Padang Pariaman, tampil menggoda dengan aneka kombinasi lauk hasil tangkapan laut. detikers bisa menemukan rakik bertabur udang utuh, kepiting, ikan berukuran kecil, hingga ikan baledang.
Cita rasanya pun punya karakter tersendiri. Jika rempeyek biasa dominan gurih ketumbar, rakik di Padang Pariaman menawarkan perpaduan rasa gurih, sedikit pedas, dan asin yang khas.
Rakik sangat mudah dijumpai di berbagai objek wisata di Sumbar, terutama yang membentang di sepanjang pinggir pantai. Camilan ini sangat serbaguna, nikmat dijadikan kudapan santai sambil melihat ombak, atau dijadikan pelengkap lauk pengganti kerupuk saat menyantap nasi.
Berburu Rakik Sambil Wisata Religi di Ulakan
Salah satu sentra jajanan rakik yang paling terkenal berada di kawasan Ulakan, Kabupaten Padang Pariaman. Keuntungannya, menikmati rakik di sini bisa dilakukan sembari berwisata religi ke Masjid Agung Syekh Burhanuddin.
Di sepanjang jalan Ulakan, detikers akan disambut oleh deretan warung dengan etalase kaca yang memajang tumpukan rakik yang menggugah selera. Tak perlu bingung memilih, detikers bisa berhenti di warung mana pun karena rata-rata jenis dagangan dan kelezatannya serupa.
Salah satu pemilik warung di Ulakan, Yuliarni, berbagi sedikit rahasia di balik renyahnya rakik buatannya. Ditemui pada Rabu (8/4/2026), ia mengemukakan bahwa bahan dasar adonan rakik versinya terdiri dari tepung beras, sadah (kapur sirih), serta racikan bumbu halus.
Bumbu halus yang ia pakai untuk memperkuat cita rasa pesisir di antaranya adalah cabai giling, kunyit, bawang putih giling, garam, penyedap rasa, serta irisan bawang prei (daun bawang).
Di warung miliknya, Yuliarni menjelaskan bahwa bentuk dan ukuran rakik tidak dipukul rata, melainkan disesuaikan dengan jenis lauk yang menyertainya.
"Ada yang bulat penuh seperti peyek biasa, ada yang lebar. Kalau rakik ikan baledang beda lagi, adonan dasar atau tepung rakik menyelimuti ikan baledangnya," ujar Yuliarni.
Yuliarni menambahkan bahwa rakik dan sala sama-sama makanan khas Ulakan dengan tepung yang sama hanya adonan dan bentuknya yang berbeda.
"Tepungnya sama, bedanya sala bulat-bulat renyah diluar lembut di dalam, kalau rakik teksturnya renyah," jelas Yuliarni.
Simak Video "Ikuti Keseruan Mandi Balimau di Sungai Gemuruh Sumatera Barat"
(mjy/mjy)