Indonesia memang selalu memiliki kejutan yang menarik dalam dunia kulinernya. Jika kita menjelajahi Sumatera Utara, khususnya di daerah Pakpak, terdapat satu hidangan legendaris, yakni Pelleng.
Penduduk lokal sering menamakannya Pelleng Si Cina Mbarra. Pelleng merupakan lambang semangat, keberanian, dan doa bagi suku Pakpak.
Penasaran tentang apa yang membuatnya unik? Mari kita eksplorasi lebih lanjut!
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Apa Itu Pelleng?
Pelleng adalah makanan tradisional khas Pakpak yang terbuat dari nasi, yang dikombinasikan dengan bumbu rempah berwarna kuning yang kuat. Dalam hal penampilan, hidangan ini mirip dengan tumpeng kecil, namun memiliki tekstur yang lebih lembut, nyaris mirip dengan nasi lontong, tapi lebih padat.
Menariknya, Pelleng memiliki lima variasi utama yang mewakili lima daerah adat Pakpak (Suak), yaitu:
- Pelleng Klasen
- Pelleng Simsim
- Pelleng Boang
- Pelleng Keppas
- Pelleng Pegagan
Walaupun kelima jenis ini memiliki metode pengolahan yang sedikit berbeda di setiap daerah. Seluruhnya mengusung filosofi yang serupa, yaitu sebagai sajian suci dalam upacara adat, keberangkatan berperang di masa lalu, hingga perayaan syukuran keluarga.
Warna kuning cerah pada Pelleng memiliki makna yang mendalam. Warna ini melambangkan kemenangan dan kehormatan.
Dalam tradisi masyarakat Pakpak, Pelleng bukanlah makanan yang biasa ditemui di meja makan setiap pagi. Hidangan ini memiliki sifat sakral, yang berarti suci dan penuh makna.
Umumnya, Pelleng disajikan pada saat-saat penting dalam kehidupan seseorang, seperti:
- Hendak menempuh ujian sekolah atau CPNS.
- Akan merantau jauh dari kampung halaman.
- Membuka lahan pertanian baru.
- Acara adat kekeluargaan yang penting.
Harapannya, siapa pun yang menyantapnya akan mendapatkan kekuatan batin, keberuntungan, dan kelancaran dalam urusannya.
Resep Rahasia Pelleng
Bagi detikers yang penasaran ingin mencicipi kelezatan kuliner ini tanpa harus terbang jauh ke Sumatera Utara, bisa mencoba resep Pelleng Khas Simsim berikut ini. Bahan-bahannya cukup sederhana dan bisa ditemukan di pasar tradisional terdekat.
Bahan Utama
- 1 kg Beras
- Air secukupnya
Bumbu Halus (Rempah Pilihan)
- 2 cm Kunyit
- Cabai Merah
- Bawang Merah & Bawang Putih
- 1 cm Jahe
- 1 sdt Merica
- Cenur (Kencur)
Bahan Tambahan (Bumbu Cemplung)
- 1 mata Asam Cikala
- Serai
- Daun Salam
- 1Β½ sdt garam
Langkah-Langkah Membuat Pelleng
Tahap 1
- Giling atau blender semua Bumbu Halus (cabai, bawang merah, bawang putih, jahe, kunyit, dan kencur) hingga benar-benar halus.
- Panaskan sedikit minyak, lalu tumis bumbu halus hingga aromanya keluar.
- Masukkan serai yang sudah dimemarkan, daun salam, dan asam cikala.
- Tambahkan air secukupnya dan garam. Masak hingga mendidih dan bumbu matang sempurna.
- Setelah matang, matikan api. Saring air bumbu tersebut dan sisihkan di wadah terpisah (kita hanya akan menggunakan air sarinya agar tekstur Pelleng tetap halus).
Tahap 2
- Cuci bersih beras, lalu masak hingga menjadi nasi lembek.
- Gunakan takaran air sedikit lebih banyak agar nasi yang dihasilkan lebih lunak dari biasanya (mirip tekstur nasi untuk lontong).
Tahap 3: Proses Pencampuran
- Selagi nasi masih panas, tumbuk nasi menggunakan sendok kayu atau ulekan hingga teksturnya menjadi sangat lembut.
- Tuangkan air bumbu/air asam yang sudah disaring tadi sedikit demi sedikit ke dalam nasi.
- Aduk dan tumbuk terus hingga bumbu merata, nasi menjadi kalis, dan berubah warna menjadi kuning cantik secara merata.
Bentuk Pelleng yang terlihat di piring saji menyerupai tumpukan kecil atau gundukan yang ditambahkan bulatan di atasnya seperti sebuah gunung. Dalam tradisi, Pelleng harus disajikan bersamaan dengan hidangan pelengkap yang dikenal sebagai tek-tek.
Hidangan ini biasanya terdiri dari ayam kampung yang digoreng atau gulai ayam yang dipotong kecil-kecil sebagai sumber protein tambahan. Menikmati sepiring nasi Pelleng merupakan cara ideal untuk memahami lebih dalam mengenai budaya masyarakat Pakpak yang kaya akan warisan leluhur.
Kombinasi rasa rempah yang hangat dengan tekstur nasi yang lembut menghasilkan pengalaman kuliner yang istimewa di lidah serta memberikan ketenangan bagi jiwa. Jadi, kapan Anda berencana untuk mencoba memasak resep Pelleng ini di dapur sendiri?
Ingatlah untuk menyajikannya dalam keadaan hangat bersama orang-orang tercinta sebagai ungkapan harapan dan doa baik untuk sesama!
Artikel ini ditulis oleh peserta magang Kemnaker, Dwi Puspa Handayani Berutu di detik.com
Simak Video "Video: Polisi Tangkap Pelaku Penggelapan Uang Gereja Rp 28 M di Sumut"
[Gambas:Video 20detik]
(mjy/mjy)











































