Mi panjang umur dikenal sebagai salah satu hidangan khas yang lekat dengan perayaan Imlek di berbagai daerah. Makanan ini tidak hanya dinikmati karena rasanya, tetapi juga karena nilai simbolik yang melekat kuat di dalamnya.
Dalam budaya Tionghoa, setiap unsur makanan kerap mengandung pesan dan harapan, begitu pula dengan mi panjang umur yang sarat makna filosofis.
Dalam penelitian yang ditulis oleh Nur Azizah, dkk. berjudul "Mie Panjang Umur: Simbol Kearifan Lokal Masyarakat (Kajian Etnografi)", disebutkan setidaknya terdapat tiga simbol utama yang terkandung dalam hidangan mi panjang umur. Simbol-simbol ini menjadi cerminan kearifan lokal dalam memaknai makanan sebagai bagian dari tradisi dan kehidupan sosial.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pertama, mi panjang umur melambangkan harapan akan usia yang panjang. Bentuk mi yang memanjang dipercaya sebagai simbol doa agar seseorang diberi umur panjang dan kebahagiaan dalam hidupnya.
"Bentuk mi yang panjang melambangkan harapan akan usia yang panjang dan kebahagiaan. Semakin panjang mi yang dimakan, semakin panjang pula usia yang diharapkan," tulis Nur Azizah, dkk. dalam penelitiannya.
Kedua, mi panjang umur juga dimaknai sebagai simbol keberuntungan dan kemakmuran. Mi yang disajikan tanpa terputus melambangkan rezeki dan nasib baik yang diharapkan terus mengalir sepanjang tahun.
Keutuhan mi menjadi representasi dari kehidupan yang berjalan lancar tanpa hambatan.
Ketiga, hidangan ini menjadi simbol kebersamaan. Tradisi menyantap mi panjang umur bersama keluarga diyakini mampu mempererat hubungan antaranggota keluarga.
"Mi yang tidak terputus melambangkan keberuntungan dan rezeki yang tidak terputus pula sepanjang tahun. Menyantap mie panjang umur bersama keluarga diyakini dapat mempererat hubungan dan membawa keharmonisan dalam keluarga," lanjutnya.
Melalui makna-makna tersebut, mi panjang umur tidak sekadar hadir sebagai makanan perayaan, tetapi juga sebagai media penyampai nilai budaya.
Tradisi ini menunjukkan bagaimana masyarakat memaknai makanan sebagai simbol doa, kebersamaan, serta harapan akan kehidupan yang lebih baik. Hingga kini, mi panjang umur tetap dilestarikan sebagai bagian penting dari perayaan Imlek dan identitas budaya Tionghoa.
Artikel ini ditulis Siti Asyaroh, Peserta Program Maganghub Kemnaker di detikcom.
(nkm/nkm)











































