Mantan calon Wali Kota Sibolga M Fadhil Thoib Hutagalung (31) mengaku rumahnya di Kota Medan, dilempari oleh sejumlah orang tak kenal (OTK). Akibatnya, mobil miliknya yang terparkir di teras rumah, rusak
Fadhil mengatakan peristiwa itu terjadi di rumahnya di Jalan Merpati, Kecamatan Medan Sunggal, sekira pukul 03.25 WIB tadi. Saat itu, di rumah tersebut ada istri, anak dan keluarganya. Sementara Fadhil tengah berada di luar kota.
"Untuk yang di rumah ada enam orang," kata Fadhil, Jumat (11/9/2026).
Berdasarkan hasil pengecekan CCTV, kata Fadhil, ada empat orang yang diduga terlibat dalam pelemparan itu. Keempat orang tersebut datang dengan menaiki dua sepeda motor.
"Dugaan dari tadi CCTV itu sekitar empat orang, dua motor," sebutnya.
Istri Fadhil, Tifani Lova (30) mengatakan dugaan pelemparan batu itu baru disadari olehnya saat hendak mengantar anaknya sekolah sekira pukul 06.30 WIB. Saat itu, Tifani melihat ada batu dan bekas pecahan mobil.
Tifani menyebut batu tersebut sebesar kepalan tangan orang dewasa. Batu itu mengenai bagian kaca depan mobil mereka.
"Jadi, waktu mengantar anak sekolah jam 06.30 WIB, kelihatan langsung batu sama pecahan kaca mobil. Dua kali (dilempar)," kata Tifani.
Melihat hal itu, Tifani pun mengecek CCTV rumah dan CCTV di sekitar lokasi. Berdasarkan hasil pengecekan, ada empat orang yang diduga melempar batu itu. OTK itu, kata Tifani, mengenakan jaket, helm dan masker.
Dia menyebut saat pelemparan itu, Tifani memang sempat mendengar bunyi alarm mobil. Namun, saat itu, Tifani tidak curiga. Alhasil, Tifani puk memutuskan untuk melanjutkan tidurnya.
Selain itu, setelah alarm mobil berbunyi, penjaga rumah langsung mematikan alarm tersebut menggunakan remote.
"Jam 03.00 WIB itu sudah terdengar ada suara lemparan sama suara alarm. Kami mikirnya 'mungkin dari rumah sebelah' karena kan lagi membangun rumah sebelah. Kebetulan ada penjaga rumah di bawah kan, dimatikannya alarm. Dikiranya mungkin itu suara alarm karena ada motor yang kencang-kencang kan, biasanya hidup itu mobil," jelasnya.
Sebelum kejadian ini, kata Tifani, rumahnya juga sempat dilempar batu oleh OTK pada 30 Juli 2026. Namun, batu itu hanya mengenai bagian teras saja, sehingga Tifani mengaku tak curiga dengan hal tersebut.
"Cuman kami mengiranya itu orang iseng. Pas cek CCTV, dia naik motor saja jalan terus lempar," sebutnya.
Dia tidak mengetahui motif pelemparan ke rumahnya itu. Menurutnya, keluarganya juga tidak memiliki masalah di lingkungan tersebut.
"Kami di sini baru 4 bulan pindah. Kami kurang tahu (motifnya)," pungkasnya.
Kembali ke Fadhil. Dia menyebut pada Oktober 2023 juga ada OTK yang membakar mobil yang sama miliknya itu. Saat itu, dia mengaku tengah mencalonkan diri sebagai Wali Kota Sibolga.
Pada saat pembakaran, Fadhil dan keluarganya masih tinggal di Kecamatan Medan Helvetia dan mobil tersebut terparkir di teras rumahnya. OTK tersebut, kata Fadhil, menyiramkan bensin dari luar pagar, lalu menyalakan api. Dia menyebut letugas pemadam kebakaran juga dikerahkan untuk memadamkan api.
"Pada awal 2023 itu, rumah saya di Helvetia. Pada saat itu saya mencalonkan Wali Kota Sibolga diusung dari Partai Gerindra. Kejadiannya 2023 jam 00.10 WIB, waktu itu mobil saya dibakar, mobil yang sama. Pemadam Pemko pun datang pada saat itu," jelasnya.
Setelah kejadian itu, Fadhil dan keluarganya memutuskan untuk pindah rumah ke Jalan Setia Budi. Lalu, 4 bulan belakangan, keluarganya pindah lagi ke Jalan Merpati tersebut.
Atas dugaan pembakaran di 2023 itu, kata Fadhil, dia sudah melaporkannya ke Polsek Medan Helvetia. Namun, Fadhil mengaku tidak ada perkembangan laporan tersebut.
"Jadi, saya waktu itu tidak mau menduga-duga, biarkan proses hukum berlanjut. Terus sampai sekarang belum ada prosesnya," kata Fadhil.
Terkait dengan pelemparan batu ini, istri Fadhil telah membuat laporan ke Polrestabes Medan. Laporan itu bernomor: STTLP/B/3922/IX/2026/SPKT/Polrestabes Medan/Polda Sumut.
Fadhil mengaku tidak mengetahui motif pembakaran dan pelemparan rumahnya itu. Dia pun berharap kejadian ini bisa diusut oleh petugas kepolisian.
"Saya enggak tahu motifnya ini masih politik atau gimana, saya juga kurang tahu. Padahal, saya juga kan sudah kalah. Saya juga kan posisinya di Sibolga pada saat itu pencalonannya. Harapan saya ke Polrestabes, supaya penegakan hukum di khususnya Kota Medan kan bisa ditegakkan setegas-tegasnya dan pelaku bisa ditangkap supaya jangan lagi ini terjadi ke orang lain," pungkasnya.
Simak Video "Mengunjungi Keindahan Mata Air Bah Tio, Sumatera Utara "
(fnr/afb)