Wanita berusia 20 tahun di California, Grace Jamison, mengalami kebutaan total selama empat bulan. Hal itu terjadi karena Grace mengalami infeksi mata karena sepanjang hari memakai lensa kontak selama enam tahun.
Dikutip detikHealth dari laman people, Jamison diketahui pertama kali memakai lensa kontak sejak berusia 14 tahu. Sejak saat itu dia terbiasa mengenakan lensa kontak sepanjang hari dan sering tetap memakainya ketika mandi pada malam hari.
Lensa kontak hanya dilepas Jamiso sebelum tidur. Kebiasaan tersebut terus dilakukan hingga pada tahun lalu, saat berusia 19 tahun, ia pindah ke Republik Dominika.
Pada suatu malam, dia melakukan rutinitasnya, yaitu mandi dengan lensa kontak terpasang, menyikat gigi setelahnya, melepas lensa kontak, dan tidur.
"Sebelum kejadian ini, tidak ada seorang pun yang pernah memberi tahu saya bahwa saya tidak boleh memakai lensa kontak saat mandi. Saya tahu Anda tidak boleh berenang dengan lensa kontak, tetapi saya tidak pernah berpikir bahwa air pancuran tidak aman untuk lensa kontak," tambahnya.
Mata Mulai Gatal dan Sensitif terhadap Cahaya
Beberapa hari setelah kejadian tersebut, Jamison mulai merasakan ada yang tidak beres dengan matanya. Awalnya, kedua matanya terasa gatal dan kering.
Kondisinya kemudian memburuk. Matanya menjadi merah dan sangat sensitif terhadap cahaya. Dalam waktu sekitar satu minggu, penglihatannya semakin buram hingga ia hampir tidak dapat melihat dari kedua matanya.
Wanita Ini Alami Robekan Kornea Berulang
Namun, penyebab gangguan penglihatannya tidak langsung diketahui. Jamison sempat didiagnosis mengalami infeksi mata akibat herpes dan diberikan obat tetes mata steroid.
Setelah menjalani pemeriksaan berulang kali selama hampir satu bulan, dokter akhirnya menemukan penyebab sebenarnya. Jamison didiagnosis mengalami Acanthamoeba keratitis, infeksi langka dan serius pada kornea yang disebabkan oleh mikroorganisme Acanthamoeba.
"Ketika saya mengetahui bahwa banyak orang dengan keratitis Acanthamoeba kehilangan penglihatan mereka, saya sangat sedih," katanya.
"Sebagian dari diri saya berharap itu tidak akan terjadi pada saya, tetapi jauh di lubuk hati, saya rasa saya tahu betapa seriusnya penyakit ini."