Nasib tragis menimpa seorang santriwati asal Singingi Hilir, Kuantan Singingi, Riau. Santriwati itu melahirkan anak diduga dari pencabulan I, pemilik pondok pesantren (Ponpes).
Informasi diterima detikSumut, korban diduga melahirkan anak tanpa bantuan medis. Bahkan proses persalinan dilakukan di pondok tersebut.
Warga yang menerima laporan sempat mendatangi pemilik pondok pesantren. Hasilnya, kasus tersebut benar terjadi dan disebut banyak korban lainnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pj Kepala Desa setempat, Catur Vendrik membenarkan peristiwa yang menimpa korban. Catur mengimbau korban lainnya agar melapor ke pihak kepolisian.
"Benar, kami juga mengimbau ke korban lain untuk segera melapor ke kepolisian," kata Catur, Selasa (8/7/2026).
Catur memastikan situasi di desanya kini dalam kondisi kondusif. Namun pihaknya belum bisa berkomunikasi dengan pemilik pondok pesantren dan pengurusnya.
"Kondisi sejauh ini kondusif. Sementara ini komunikasi kami putus karena ponpes tak kooperatif berkaitan permasalahan ini," ujar Catur.
Adapun kondisi korban dipastikan dalam kondisi sehat. Bahkan pihak desa sudah meminta bidan melakukan pendampingan pasca-melahirkan di pondok pesantren.
"Korban sehat, masih dalam pantauan dari bidan desa. Lahir normal di pondok, tetapi tanpa bantuan dari tim kesehatan. Kalau di lapangan informasinya korban santri, tapi kami belum bisa komunikasi," kata Kepala Desa.
Kapolsek Singingi Hilir Iptu Alferdo Krisnata Kaban memastikan kasus tersebut telah ditangani. Pihak kepolisian juga telah berkomunikasi dengan sejumlah instansi terkait.
"Kasus sudah ditangani, ini kami posisi di lapangan bersama perangkat desa sama teman-teman Polres juga," kata Kapolsek.
