Diduga Dianiaya Ibu Tiri, Bocah 9 Tahun di Batam Luka-luka

Kepulauan Riau

Diduga Dianiaya Ibu Tiri, Bocah 9 Tahun di Batam Luka-luka

Alamudin Hamapu - detikSumut
Sabtu, 20 Jun 2026 17:30 WIB
ilustrasi kejahatan kriminal perampokan pembunuhan pemerkosaan pencopetan
Ilustrasi kriminal (Foto: andi saputra)
Batam -

Seorang bocah perempuan berinisial A berusia 9 tahun di Kota Batam, Kepulauan Riau (Kepri), diduga menjadi korban penganiayaan yang dilakukan ibu tirinya. Kasus tersebut terungkap saat ayah korban meminta donasi untuk pengobatan anaknya ke komunitas Driver online di Batam.

Ketua Umum Komunitas Driver Andalan (Komando) Batam, Feryandi Tarigan, mengatakan awalnya pihaknya menerima permintaan bantuan dari ayah korban melalui grup relawan. Saat itu, ayah korban mengaku anaknya sakit akibat terjatuh di dekat kamar mandi.

"Jadi bapaknya merupakan anggota kami. Dia kirim minta bantuan untuk makan. Katanya anaknya jatuh dekat kamar mandi. Tapi waktu saya lihat fotonya, kok bisa sampai bengkak seperti itu. Kami mulai curiga karena lukanya cukup parah," kata Feryandi, Sabtu (20/6/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kecurigaan itu kemudian dibahas oleh para driver ojek online. Mereka lalu mengutus anggota satgas untuk mendatangi rumah korban guna memastikan kondisi sebenarnya.

Saat pertama kali didatangi, baik ayah maupun ibu sambung korban disebut tidak mengakui adanya kekerasan. Namun ketika korban diajak keluar dan diberi es krim, bocah tersebut mengaku telah dipukul oleh ibunya.

ADVERTISEMENT

"Anaknya bilang dipukul mama. Dari situ kecurigaan kami semakin kuat. Apalagi kami mendapat informasi bahwa ibu sambungnya sudah membeli tiket kapal untuk pergi dari Batam," ujarnya.

Setelah memperoleh keterangan dari korban, Ferry mengatakan pihaknya segera berkoordinasi dengan pihak kepolisian. Informasi yang diperoleh menunjukkan peristiwa tersebut terjadi di wilayah Sagulung, sehingga penanganan dilakukan oleh aparat setempat.

"Langsung kami hubungi pihak kepolisian. Setelah dikoordinasikan, ternyata kejadiannya masuk wilayah Sagulung," katanya.

Feryandi menjelaskan, korban saat ini telah mendapatkan perawatan medis di Rumah Sakit Embung Fatimah, Batam. Pihaknya juga tengah berusaha menghubungi keluarga korban dan ibu kandungnya.

"Kami sudah berupaya menghubungi keluarga. Ibu kandungnya diketahui berada di Malaysia. Kami juga sudah menghubungi Perkumpulan Marga Lubis karena kebetulan ayahnya bermarga Lubis. Namun mereka juga belum mengetahui informasi lebih lanjut," ujarnya.

Sementara itu, Kapolsek Sagulung Iptu Husnul Afkar membenarkan pihaknya telah menerima laporan terkait dugaan penganiayaan tersebut pada Sabtu dini hari. Pihaknya juga telah mengamankan ibu tiri dan ayah korban.

"Laporan diterima subuh tadi. Saat ini ayah kandung dan ibu sambung korban sudah diamankan untuk diperiksa lebih lanjut," kata Husnul.

Husnul menyebutkan korban merupakan pelajar berusia 9 tahun yang selama ini tinggal bersama ayah kandungnya. Dari hasil pemeriksaan awal, diketahui ayah korban menikah siri dengan perempuan yang diduga melakukan penganiayaan.

"Pelaku yang diduga ibu sambung. Ayah kandungnya menikah siri," ujarnya.

Husnul mengatakan berdasarkan pengamatan awal, kondisi korban sesuai dengan video yang beredar, yakni mengalami lebam pada bagian mata. Namun polisi masih mendalami penyebab pasti luka yang dialami korban.

"Pengamatan luar sama seperti video, mata korban sampai lebam. Dugaan sementara terkait penganiayaan masih kami dalami dan belum bisa kami pastikan," katanya.

Dari keterangan awal yang diperoleh penyidik, ibu sambung korban mengaku pernah memukul korban karena dinilai tidak mendengarkan perkataannya.

"Tadi sempat kami tanya, pelaku mengaku korban tidak pernah mendengar perkataannya. Dia mengaku pernah memukul korban sebelumnya, tetapi tidak sering. Tapi kami dalami lebih lanjut motifnya" ujarnya.

Sementara itu, ayah korban mengaku tidak mengetahui dugaan kekerasan yang dialami anaknya karena saat kejadian sedang bekerja sebagai pengemudi ojek online.

"Pengakuan ayahnya, saat pulang kerja diberitahu bahwa anaknya jatuh. Saat ini semuanya masih dalam proses pendalaman. Nanti perkembangan penyelidikan akan kami sampaikan," ujarnya.




(afb/afb)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads