Menanti Polisi Ungkap Penyebab Ledakan di Kapal Lambat ke Sabang

Round Up

Menanti Polisi Ungkap Penyebab Ledakan di Kapal Lambat ke Sabang

Tim detikSumut - detikSumut
Sabtu, 13 Jun 2026 07:25 WIB
Ilustrasi mudik menggunakan kapal laut
Foto: dok. ASDP Indonesia Ferry
Banda Aceh -

Kapal Aceh Hebat (AH) yang sedang bersandar di Pelabuhan Ulee Lheu, Banda Aceh meledak. Polisi masih menyelidiki penyebab ledakan yang terjadi di kapal tersebut.

Ledakan terjadi sekitar pukul 12.00 WIB, Jumat (12/6/2026). Ada 14 orang yang dilarikan ke rumah sakit karena terluka terkena ledakan.

"Ledakan terjadi di kamar mesin kapal KMP AH 2," kata Kapten KN SAR Kresna Supriadi kepada wartawan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Polisi Selidiki Penyebab Ledakan

Polisi sudah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan memeriksa sejumlah saksi.

ADVERTISEMENT

"Dugaan ledakan berasal dari ruangan auxiliary engine yang menyebabkan 15 orang mengalami luka bakar. Namun untuk penyebab pastinya masih dalam proses penyelidikan dan pendalaman lebih lanjut oleh tim yang bertugas," kata Kasatreskrim Polresta Banda Aceh Kompol Miftahuda Dizha Fezuono.

Dizha menyebut polisi telah meminta keterangan sejumlah saksi serta memeriksa area yang diduga menjadi sumber ledakan. Dalam proses olah TKP, polisi melakukan dokumentasi, pengumpulan barang bukti, serta pemeriksaan terhadap sistem dan komponen yang berada di sekitar lokasi dugaan ledakan.

"Langkah ini dilakukan untuk memperoleh gambaran utuh mengenai kronologi kejadian," jelas Dizha.

Dizha mengimbau masyarakat untuk tidak berspekulasi terkait penyebab insiden sebelum hasil penyelidikan resmi diumumkan. Kepolisian memastikan proses investigasi akan dilakukan secara profesional dan transparan dengan melibatkan pihak-pihak yang berkompeten di bidang keselamatan pelayaran.

"Hingga saat ini penyidik masih mengumpulkan keterangan saksi dan melakukan analisis terhadap temuan di lapangan. Hasil penyelidikan nantinya akan menjadi dasar untuk menentukan penyebab pasti dugaan ledakan yang terjadi di KMP Aceh Hebat 2 tersebut," ujarnya.

Dizha menyebutkan, saat kejadian taruna Politeknik Pelayaran (Poltekpel) Malahayati sedang berada di kapal untuk kegiatan praktik lapangan. Setelah memasuki kapal, para taruna diarahkan menuju kamar mesin untuk mengikuti pengenalan peralatan yang dipandu Kepala Kamar Mesin (KKM) Agus Widodo.


Biaya Pengobatan Korban Ledakan Kapal Aceh Hebat Ditanggung ASDP

14 taruna Politeknik Pelayaran (Poltekpel) Malahayati dan satu kepala kamar mesin (KKM) menjadi korban ledakan Kapal Aceh Hebat 2. Biaya pengobatan seluruh korban ditanggung ASDP.

GM ASDP Cabang Banda Aceh Andri Setiawan mengatakan, pihaknya saat ini sedang fokus menangani korban yang sedang menjalani perawatan di RSUD Zainoel Abidin. ASDP juga sudah berkoodinasi dengan manajemen Poltekpel serta pihak keluarga korban.

"Kami tentunya akan mengakomodir seluruh biaya pengobatan korban dan biaya keluarga korban yang datang dari luar daerah dan sehari-hari ketika berada di rumah sakit," kata Andri kepada wartawan di RSU Zainoel Abidin Banda Aceh.

Andri menyebutkan, ASDP tidak menentukan besaran biaya yang ditanggung. Pihaknya akan mengakomodir seluruh biaya yang timbul untuk korban maupun keluarga korban yang datang dari luar daerah.

"Kami all out. Tidak melihat besarannya tapi kami akan tanggung secara total dan keseluruhan," ujarnya.

ASDP saat ini juga telah membuka posko di kantornya dan menyiapkan nomor yang dapat dihubungi pihak keluarga. Keluarga korban dapat menghubungi ASDP terkait transportasi mereka datang ke Banda Aceh maupun selama berada di rumah sakit.

"Kami menyampaikan keprihatinan atas insiden yang terjadi. Saat ini kami akan fokus ke korban yang sedang dirawat," jelas Andri.

Halaman 2 dari 2


Simak Video "Video: Orang Tua Siswa SMAN 72 Ungkap Kondisi Anaknya, Mau Operasi Ketiga"
[Gambas:Video 20detik]
(astj/astj)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads