Kapal penangkap ikan terbakar saat tengah berada di perairan Belawan hingga membuat 3 anak buah kapal (ABK) tewas dan 5 orang lainnya hilang. Saat ini, para ABK itu masih dalam proses pencarian.
"Sampai saat ini belum ada ditemukan," kata Kadispen Kodaeral I Kolonel Laut Wahyu Kurniawan saat dikonfirmasi detikSumut, Sabtu (11/4/2026).
Wahyu mengatakan pencarian para korban ini melibatkan Basarnas dan unsur lainnya. Dalam proses pencarian, ada beberapa kendala yang dialami petugas. Pertama karena area pencarian yang cukup luas.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Operasi dilakukan di sekitar alur Belawan dan perairan terbuka, sehingga tim harus menyisir area yang cukup luas tanpa titik pasti lokasi korban terakhir," jelasnya.
Kedua, kata Wahyu, pada saat kapal terbakar para ABK ini berpencar, sehingga sulit untuk dilacak.
"Ledakan dan kebakaran terjadi malam hari, sehingga proses evakuasi awal hanya mengandalkan kapal nelayan lain yang kebetulan dekat lokasi (KM Mandiri). Kondisi gelap menyulitkan pencarian korban yang hilang saat itu juga. Tim gabungan tetap melaksanakan pencarian sambil mengerahkan beberapa kapal, termasuk kapal perang TNI AL," jelasnya.
Sebelumnya diberitakan, kapal penangkap ikan yang tengah membawa sekitar 21 orang terbakar saat tengah berada di perairan Belawan. Kapal milik Kotai dari gudang pekong itu berangkat melaut pada Senin (6/4) untuk menangkap ikan di perairan timur laut Belawan.
Lalu, pada Selasa (7/4) sekira pukul 02.10 WIB, seorang ABK bernama Aliman mendapati mesin kapal dalam kondisi panas yang berlebihan.
Aliman pun hendak melaporkan hal tersebut kepada nakhoda. Namun, tiba-tiba mesin meledak hingga mengakibatkan terjadinya kebakaran.
"Tiba-tiba terjadi ledakan mesin yang disusul ledakan tabung gas. Dalam hitungan detik, api membesar dan melahap sebagian kapal," jelas Wahyu, Selasa.
Para ABK panik. Mereka pun memutuskan untuk melompat ke dalam air untuk menyelamatkan diri sambil menunggu pertolongan.
Sekitar 30 menit setelah kejadian, kapal nelayan lain yang kebetulan tengah berada di sekitar lokasi datang memberikan pertolongan. Lalu, para ABK yang terapung diselamatkan dan dinaikkan ke atas kapal.
Nahasnya, tiga ABK ditemukan dalam keadaan meninggal dunia. Korban selamat dan juga korban meninggal dunia kemudian dibawa menuju Dermaga TPI Gabion Belawan.
(fnr/afb)











































